Aktivitas Stasiun LRT Ampera Melonjak Dua Kali Lipat saat Peresmian CFD

  • 17 Jun 2026 13:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Peresmian CFD Ampera pada 14 Juni 2026 berdampak positif terhadap peningkatan penggunaan LRT Sumsel, dengan total 17.240 penumpang di 13 stasiun, tertinggi selama Juni 2026.
  • Stasiun Ampera menjadi stasiun tersibuk dengan melayani 3.739 penumpang, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata harian sekitar 1.500 penumpang, karena menjadi akses utama menuju lokasi CFD Ampera.
  • KAI Divre III Palembang dan BPKARSS mendukung pengembangan transportasi publik ramah lingkungan serta berkomitmen meningkatkan kualitas layanan LRT Sumsel sebagai solusi mobilitas perkotaan yang aman, nyaman, dan terjangkau.

RRI.CO.ID, Palembang - Peresmian Car Free Day (CFD) Ampera yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026, memberikan dampak positif terhadap peningkatan penggunaan transportasi publik di Kota Palembang. PT KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna LRT Sumsel pada hari tersebut.

Peningkatan jumlah penumpang terutama terjadi di Stasiun Ampera yang menjadi stasiun tujuan utama masyarakat untuk menghadiri kegiatan CFD Ampera. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas warga yang ingin menikmati suasana akhir pekan di sekitar ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera.

CFD Ampera secara resmi diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, didampingi Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Program ini menghadirkan ruang publik baru yang memungkinkan masyarakat beraktivitas dengan lebih nyaman, sehat, bebas kendaraan bermotor dan minim polusi.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan, pihaknya bersama BPKARSS mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman dan ramah lingkungan.

Menurut Aida, peresmian CFD Ampera memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan penggunaan LRT Sumsel. Hal ini terlihat dari lonjakan jumlah penumpang yang memanfaatkan layanan kereta ringan tersebut untuk menuju lokasi kegiatan.

"Peresmian CFD Ampera memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan penggunaan LRT Sumsel. Stasiun Ampera menjadi stasiun tersibuk pada hari Minggu, 14 Juni 2026 dengan melayani sebanyak 3.739 penumpang. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata volume penumpang harian di stasiun tersebut yang biasanya berada di kisaran 1.500 penumpang per hari," ujar Aida, Selasa 16 Juni 2026.

Stasiun Ampera tercatat sebagai stasiun tersibuk pada Minggu, 14 Juni 2026, dengan melayani sebanyak 3.739 penumpang. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata volume penumpang harian yang biasanya berkisar 1.500 penumpang per hari.

Tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Sumsel tidak hanya didorong oleh keinginan mengikuti kegiatan CFD Ampera. Banyak warga juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana rekreasi bersama keluarga di kawasan pusat kota.

Kehadiran berbagai pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang meramaikan kawasan CFD turut menjadi daya tarik tersendiri. Beragam kuliner dan produk lokal yang ditawarkan membuat masyarakat semakin antusias berkunjung.

Secara keseluruhan, LRT Sumsel melayani sebanyak 17.240 penumpang di seluruh 13 stasiun pada Minggu, 14 Juni 2026. Angka tersebut menjadi jumlah pengguna tertinggi yang tercatat selama periode Juni 2026.

Selain Stasiun Ampera, beberapa stasiun dengan volume pengguna tertinggi lainnya adalah Stasiun Asrama Haji yang melayani 2.905 penumpang, Stasiun DJKA sebanyak 2.600 penumpang serta Stasiun Bumi Sriwijaya dengan 2.211 penumpang.

Aida menjelaskan, LRT Sumsel menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari perjalanan yang cepat dan bebas kemacetan, tarif yang terjangkau, hingga fasilitas yang modern dan nyaman. Dengan tarif Rp5.000 untuk perjalanan antarstasiun dan Rp10.000 menuju Stasiun Bandara, masyarakat dapat menikmati transportasi yang aman, efisien dan ekonomis.

LRT Sumsel juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan pusat Kota Palembang hingga kawasan olahraga Jakabaring.

KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan guna mendukung pengembangan transportasi publik yang modern, ramah lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....