Asap Pekat Karhutla Selimuti Ogan Ilir, Polisi Turun ke Jalan Bagikan Masker

  • 09 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir menyebabkan asap pekat yang mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan dengan jarak pandang yang sangat menurun.
  • Polres Ogan Ilir telah diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran pada Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas dan penularan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  • Asap kebakaran juga mengotori kualitas udara di sekitar area Kabupaten Ogan Ilir, sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat luas.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Kepulan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam keselamatan warga dan para pengguna jalan di Kabupaten Ogan Ilir. Titik api yang membakar vegetasi di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, membuat jarak pandang kendaraan melorot tajam dan mengotori kualitas udara.

Merespons potensi bahaya kecelakaan lalu lintas dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), jajaran Polres Ogan Ilir diterjunkan langsung ke garis depan titik kepungan asap pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Selain membagikan masker secara gratis kepada pengendara roda dua dan roda empat, petugas memasang barikade pengaturan lalu lintas untuk mengurai potensi tabrakan beruntun akibat pandangan terhalang kabut asap.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, menegaskan, perlindungan kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat menjadi prioritas utama di tengah maraknya kebakaran lahan saat ini.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara yang melintas di sekitar lokasi karhutla, untuk tetap berhati-hati dan menggunakan masker sebagai upaya mengurangi risiko akibat paparan asap. Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian kami," ujar Rizka.

Di jalur-lintas sekitar Desa Pulau Semambu, jarak pandang sempat memburuk hingga membahayakan laju kendaraan. Petugas kepolisian yang bersiap di lokasi terus menyuarakan imbauan agar para pengemudi menurunkan laju kendaraan dan mengaktifkan penerangan maksimal.

"Kondisi asap di sekitar lokasi sempat mengganggu jarak pandang pengendara. Personel Polres Ogan Ilir langsung melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Kami juga mengingatkan pengendara untuk menyalakan lampu utama kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Rizka.

Sementara pergerakan lalu lintas diamankan, pertempuran melawan si jago merah di Desa Pulau Semambu terus diakselerasi melalui skema pemadaman kombinasi.

Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, dan relawan membendung lidah api di jalur darat menggunakan mesin pompa jinjing dan mobil tangki suplai air milik BPBD. Untuk menembus titik api di tengah lahan yang sulit dijangkau moda darat, satu unit helikopter water bombing dikerahkan guna melakukan pengeboman air dari udara.

Penanganan karhutla, menurut AKBP Rizka, tidak bisa digantungkan pada satu instansi semata, melainkan butuh sinergi penuh dan kesadaran masyarakat untuk menghentikan tradisi membakar lahan.

"Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi. Dampak pembakaran lahan sangat membahayakan kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat, serta berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....