Dorong Mutu Sekolah, Dosen PGSD Unsri Gembleng Guru di Banyuasin
- 09 Agt 2026 20:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sriwijaya melaksanakan pengabdian masyarakat di SD Negeri 12 Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
- Kegiatan ini bertujuan untuk menyuntikkan metode pembelajaran modern bagi para tenaga pendidik sekolah dasar guna mengatasi tantangan peningkatan mutu pendidikan yang sering terkendala minimnya inovasi.
- Tim akademisi dan mahasiswa Unsri berperan langsung untuk memberikan pelatihan dan pembaruan metode mengajar kepada guru-guru di sekolah dasar sebagai bagian dari misi pengabdian kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Banyuasin – Peningkatan mutu sekolah dasar di daerah kerap terkendala oleh minimnya inovasi dan pembaruan metode mengajar guru. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) menerjunkan tim akademisinya langsung ke garis depan pendidikan Kabupaten Banyuasin.
Aksi pengabdian masyarakat ini dipusatkan di SD Negeri 12 Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kehadiran para dosen dan mahasiswa ini dirancang untuk menyuntikkan metode pembelajaran modern bagi para tenaga pendidik di sekolah dasar.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut baik langkah tersebut. Namun, pihak daerah menggarisbawahi agar program kemitraan kampus tidak sekadar formalitas penggugur kewajiban tri dharma perguruan tinggi.
Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menegaskan, lompatan kualitas SDM di sekolah membutuhkan intervensi nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh guru dan murid di kelas.
"Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kegiatan pengabdian tidak seharusnya hanya menjadi agenda akademik semata. Program tersebut perlu memberikan manfaat langsung bagi guru, peserta didik, sekolah, dan masyarakat," tegas Netta.
Guna memastikan materi yang disampaikan tidak monoton, tim Unsri merancang skema pelatihan yang terstruktur. Pengabdian ini dipecah menjadi lima tim kerja yang mengusung lima tema spesifik sesuai peta kebutuhan guru.
Ketua Pelaksana Pelatihan, Siti Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pola lima kelompok ini sengaja dibentuk agar ruang diskusi antara akademisi dan guru bisa berlangsung lebih intensif dan aplikatif.
"Kami ingin kolaborasi ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Pola ini memperluas cakupan materi sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih beragam bagi peserta," kata Maharani.
Melalui metode interaktif ini, para guru diajak membedah hambatan mengajar harian serta menyusun formula pembelajaran baru yang cocok dengan karakteristik peserta didik di kawasan Rambutan.
Langkah PGSD Unsri di Banyuasin ini diproyeksikan sebagai pintu masuk dari komitmen jangka panjang. Kolaborasi antara entitas perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai sebagai kunci utama dalam memangkas ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok daerah.
Koordinator Prodi PGSD FKIP Unsri, Esti Susiloningsih, menekankan pentingnya menjaga ritme kerja sama agar tidak berhenti di satu lokasi saja.
"Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin harus diwujudkan dalam kegiatan nyata. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan terus berkembang untuk memperkuat pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia," tegas Esti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....