Digitalisasi Dorong Daya Saing Pengrajin Rotan Pagar Alam
- 09 Agt 2026 18:28 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Universitas Lembah Dempo menerapkan teknologi digital untuk pengembangan usaha kerajinan rotan di Desa Muara Tenang, Kota Pagar Alam melalui Program Kemitraan Masyarakat.
- Pendampingan diberikan kepada 15 pengrajin rotan dengan fokus pada proses produksi, pengelolaan usaha, dan strategi pemasaran digital.
- Program pendampingan telah berjalan selama kurang lebih empat bulan dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek dan Teknologi tahun 2026.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemanfaatan teknologi digital mulai diterapkan dalam pengembangan usaha kerajinan rotan di Desa Muara Tenang, Kota Pagar Alam. Pendampingan dilakukan mulai dari proses produksi, pengelolaan usaha hingga pemasaran.
Dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Lembah Dempo, Yuniansyah mengatakan, pendampingan diberikan kepada satu kelompok yang beranggotakan 15 pengrajin. Kegiatan tersebut telah berjalan selama kurang lebih empat bulan, salah satu kegiatan yang didanai Oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek dan Teknologi di Tahun 2026 ini melalui Program Kemitraan Masyarakat.
“Pemasaran produk melalui digital marketing itu enggak hanya cukup menampilkan produk. Gambar produk dan storytelling dalam pemasarannya juga sangat penting,” ujar Yuniansyah dalam program Ekonomi Digital PRO 1 RRI Palembang, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, salah satu kendala yang sebelumnya dihadapi pengrajin adalah proses produksi yang masih banyak dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat pengolahan rotan membutuhkan waktu cukup lama.
Tim pendamping kemudian membantu menyediakan sejumlah peralatan untuk menunjang produksi. Di antaranya mesin pembelah rotan, gunting, pisau rotan dan mesin poles untuk menghaluskan hasil kerajinan.
"Pendampingan juga dilakukan pada sisi pengelolaan keuangan. Para pengrajin diberikan pembukuan sederhana agar uang usaha dapat dipisahkan dari kebutuhan rumah tangga," tambahnya.
Menurut Yuniansyah, pemasaran menjadi bagian yang tidak kalah penting. Para pengrajin mulai dikenalkan dengan media sosial dan website sebagai sarana untuk memperkenalkan produk kerajinan sekaligus potensi Desa Muara Tenang.
Dalam prosesnya, mahasiswa turut dilibatkan untuk membantu pengrajin menggunakan media digital. Terutama dalam mengambil foto produk dan mengelola media sosial, karena sebagian besar pengrajin merupakan ibu-ibu yang juga memiliki aktivitas berkebun.
Ia mengatakan, produk yang selama ini dibuat antara lain tudung saji, pot dan sejumlah perlengkapan rumah tangga. Pengrajin kemudian didorong untuk membuat produk yang lebih kecil dan memiliki nilai jual, seperti tatakan cangkir dan figura.
Yuniansyah menilai kerajinan rotan dari Pagar Alam memiliki peluang untuk berkembang. Namun, pengrajin perlu terus memperhatikan kualitas produk, membuat inovasi dan memanfaatkan pemasaran digital secara konsisten.
Ia berharap pendampingan tersebut dapat membantu produk rotan Desa Muara Tenang menjangkau pasar yang lebih luas. Pengrajin juga diharapkan semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mendukung usaha mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....