Mengenal Teknologi Refcam Lenovo di Piala Dunia 2026

  • 30 Jun 2026 15:25 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak hanya menyajikan drama perebutan trofi bergengsi, melainkan juga revolusi teknologi penyiaran yang luar biasa. Salah satu inovasi paling viral dan mencuri perhatian pencinta sepak bola saat ini adalah penggunaan Refcam (Referee Body Camera). Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, penonton di seluruh dunia bisa merasakan sensasi luar biasa menyaksikan jalannya pertandingan langsung dari sudut pandang (POV) wasit utama yang memimpin laga.

Dikutip dari FIFA.com kehadiran teknologi canggih ini bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak oleh badan tertinggi sepak bola dunia tersebut. Menanggapi penerapannya, Direktur Inovasi FIFA, Johannes Holzmüller, memberikan pernyataan resmi bahwa mereka sangat antusias membawa sistem kamera badan ini ke panggung terbesar sepak bola setelah melalui fase uji coba yang matang. Sebagaimana dilansir melalui halaman Pernyataan Resmi FIFA, teknologi bertajuk “referee with you” ini sengaja dihadirkan untuk mengirimkan rekaman video secara langsung ke siaran televisi dan layar besar stadion, guna memberikan perspektif tangan pertama yang jujur kepada para fans saat momen-momen krusial terjadi di lapangan.

Integrasi refcam di Piala Dunia 2026 ini sukses menyajikan kualitas gambar yang jauh lebih stabil dan dinamis berkat keterlibatan produsen sekaligus mitra teknologi resmi turnamen.

"Ini adalah kemitraan yang sempurna antara FIFA bersama Lenovo yang menyokong dari sisi teknologi, di mana kami benar-benar bekerja bahu-membahu untuk menyempurnakan pengalaman ini," ujar Chief Information Officer (CIO) Lenovo, Art Hu, dikutip dari rilis pers di Lenovo StoryHub, Selasa, 30 Juni 2026.

Berkat dukungan kecerdasan buatan (AI-based real-time stabilization) dari Lenovo selaku produsen, guncangan akibat pergerakan wasit bisa diredam dengan sangat baik, bahkan efek kabur akibat gerakan (motion blur) mampu dipangkas hingga 50 persen.

Tak heran jika atmosfer di jagat media sosial langsung gempar, di mana potongan klip video hasil rekaman refcam menjadi konsumsi publik yang sangat populer. Netizen Indonesia pun ramai membagikan ulang video-video tersebut di platform X (Twitter) dan TikTok, sembari berkomentar bahwa sensasi menonton Piala Dunia kali ini mirip seperti sedang bermain game sepak bola dalam mode First-Person Shooter (FPS). Selain menyajikan visual yang estetik dan dramatis, alat ini rupanya juga memiliki fungsi komunikasi yang sangat krusial karena menghubungkan wasit utama dengan asisten wasit hingga ruang VAR (Video Assistant Referee) secara instan, lengkap dengan mikrofon untuk menyiarkan penjelasan keputusan langsung kepada penonton di stadion.

Secara keseluruhan, implementasi refcam di Piala Dunia 2026 berhasil membuktikan bahwa teknologi mampu mendongkrak kualitas hiburan tanpa merusak nilai-nilai tradisional dari sepak bola itu sendiri. Kolaborasi apik antara FIFA dan produsen teknologi global ini dipastikan akan menjadi cetak biru baru bagi standar penyiaran olahraga di masa depan. Bagi penonton layar kaca, era baru menikmati sepak bola dari mata sang pengambil keputusan kini bukan lagi sekadar impian fiksi ilmiah, melainkan realitas baru yang sangat seru untuk dinikmati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....