Sungai Sukomoro Menghitam dan Bau, DLH Banyuasin Lakukan Uji Limbah
- 06 Agt 2026 20:00 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin kembali menyelidiki dugaan pencemaran aliran anak sungai di Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, menyusul keluhan warga terkait perubahan warna dan bau air. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel di sejumlah titik, sementara hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam 14 hari kerja.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Banyuasin, Abas Kurib, mengatakan, pihaknya telah kembali mengambil sampel air dari beberapa titik untuk memastikan kondisi terkini. Sampel diambil dari sumur warga, saluran air, serta outlet perusahaan dan akan diuji di laboratorium. Menurut Abas, hasil pengujian akan menjadi dasar ilmiah untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap baku mutu lingkungan.

"Kami menunggu hasil laboratorium sebagai dasar pengambilan keputusan. Semua sampel sudah kami ambil sesuai prosedur," ujar Abas, di Talang Kelapa, Rabu, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kondisi air yang menghitam tidak dapat langsung disimpulkan berasal dari aktivitas perusahaan. Pasalnya, saluran tersebut juga menerima aliran limbah domestik dari permukiman warga yang berpotensi memengaruhi kualitas air, terutama saat musim kemarau.
Meski demikian, Abas mengakui persoalan serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu. Saat itu, DLH menerima laporan warga yang memanfaatkan air sumur di sekitar aliran sungai kecil dan menemukan adanya penurunan kualitas air meskipun hasil uji limbah perusahaan masih berada di bawah baku mutu.
DLH kemudian meminta perusahaan membantu masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dengan membangun sumur bor sebagai sumber air alternatif. Langkah itu diambil karena diduga terjadi akumulasi kandungan organik dalam saluran yang berpotensi memengaruhi air tanah ketika debit air menurun pada musim kemarau.
"Perusahaan saat itu bersedia membantu masyarakat dengan membangun sumur bor sebagai solusi kebutuhan air bersih," kata Abas.
Sementara itu, Musakip warga Serong Dalam, RT 21 RW 5, Kelurahan Sukomoro, mengeluhkan kondisi aliran sungai kecil yang berubah warna menjadi hitam, berbau, dan menimbulkan rasa gatal ketika mengenai kulit. Keluhan tersebut membuat masyarakat tidak lagi memanfaatkan air di lokasi itu untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga juga menilai bantuan sumur bor yang pernah diberikan perusahaan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan karena lokasinya dinilai tidak berada di kawasan yang paling terdampak. Mereka berharap hasil uji laboratorium dapat segera diumumkan secara terbuka, sehingga penyebab perubahan kualitas air dapat dipastikan dan langkah penanganan yang tepat segera dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....