DEN Ingatkan Krisis Global, PLN S2JB Tegaskan Kesiapan Sistem Listrik

  • 01 Agt 2026 19:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu menegaskan kesiapan sistem, personel, dan teknologi dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
  • Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Palembang pada 30 Juli 2026 mempertemukan Dewan Energi Nasional, pemerintah daerah, akademisi, badan usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sektor energi.
  • Forum ini membahas tantangan dan strategi memperkuat sistem energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan di tengah dinamika global.

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga energi dunia, keandalan listrik tak lagi sekadar urusan penerangan, melainkan benteng stabilitas ekonomi nasional. Menjawab tantangan tersebut, PT PLN (Persero) UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) memperketat benteng keandalan pasokan energi di wilayahnya melalui penguatan teknologi digital dan kesiapsiagaan personel.

Komitmen ini ditegaskan dalam forum Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, hingga praktisi di Palembang, Kamis (30/7/2026).

Manager Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) S2JB, Yanuardi Arief Budiyono, mengungkapkan bahwa transformasi cara kerja menjadi kunci agar sistem kelistrikan di tiga provinsi tersebut tidak goyah saat menghadapi gangguan maupun lonjakan beban.

"Menjaga keandalan listrik tidak hanya bergantung pada keberadaan infrastruktur fisik di lapangan. Kemampuan membaca kondisi sistem secara cepat berbasis data real-time, ketepatan pengambilan keputusan, serta koordinasi antarlembaga adalah faktor krusial untuk memitigasi potensi gangguan," ujar Yanuardi.

Langkah ini sejalan dengan peringatan Dewan Energi Nasional (DEN) mengenai pentingnya Indonesia memiliki pertahanan energi yang adaptif dan tangguh. Anggota DEN, Prof. Johni Jonatan Numberi, menilai perubahan iklim dan konflik antarnegara menuntut seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu komando.

"Ketahanan energi bukan cuma tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar kemampuan kita melompati tantangan energi di masa depan," kata Johni.

Dari sudut pandang teknis, Anggota DEN Unggul Priyanto menambahkan bahwa penguatan cadangan penyangga energi dan mitigasi risiko menjadi harga mati. Diversifikasi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) perlu dipercepat agar ketergantungan pada pasokan fosil berisiko tinggi dapat ditekan.

Dukungan juga mengalir dari akademisi Universitas Sriwijaya, Prof. Eddy Ibrahim, serta Dinas ESDM Sumsel yang menyoroti pentingnya riset lokal dan kesiapan SDM dalam mengawal transisi energi di daerah.

Bagi PLN UID S2JB, integrasi antara sistem operasional terdigitalisasi dan koordinasi lintas sektor ini menjadi fondasi utama. Kesiapan armada di lapangan bukan lagi sekadar merespons kerusakkan, melainkan mencegah gangguan sebelum berdampak pada aktivitas masyarakat dan roda ekonomi di Sumatra bagian selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....