Sumsel Perkuat GSMP Dukung Ketahanan Pangan dan MBG

  • 31 Jul 2026 23:13 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mentransformasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi ekosistem rantai pasok pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
  • Transformasi diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat daerah.
  • Peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel yang berlangsung di Lanud Sri Herlambang, Palembang, pada 30 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mentransformasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi ekosistem rantai pasok pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG yang dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel di Lanud Sri Herlambang, Palembang, Kamis, 30 Juli 2026.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Menurutnya, kelancaran rantai pasok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

"Jangan sampai rantai pasok pangan ini terhambat. Mari bersama-sama berkolaborasi memelihara ekosistem ini agar ketersediaan dan harga pangan tetap stabil," ujar Cik Ujang.

Cik Ujang mengatakan, transformasi GSMP didukung pencapaian positif sejumlah indikator pembangunan pangan dan ekonomi daerah. Sejak diinisiasi pada 2021, program yang awalnya berfokus pada pemanfaatan pekarangan rumah tersebut kini berkembang menjadi ekosistem pangan yang lebih inklusif.

Ekosistem tersebut menghubungkan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, pesantren, perbankan, akademisi, hingga dunia usaha. Keterhubungan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan program MBG sekaligus menekan angka kerawanan pangan dan kemiskinan.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan perekonomian Sumsel pada triwulan I-2026 tumbuh solid sebesar 5,34 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Sumatera yang mencapai 5,13 persen.

Dari sisi inflasi, Bambang menyebut inflasi bulanan Sumsel pada Juni 2026 melandai menjadi 0,36 persen secara bulanan (mtm), dari 0,61 persen pada bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,89 persen dan diproyeksikan tetap berada dalam kisaran target nasional 2,5±1 persen.

"Kegiatan ini merupakan bentuk inovasi sinergi dan kolaborasi yang sangat baik. Di tengah ketidakpastian global dan tantangan cuaca seperti dampak El Nino, kemampuan mengubah tantangan menjadi peluang adalah kunci," jelas Bambang Pramono.

Bank Indonesia juga merekomendasikan penguatan kerangka kerja 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Selain itu, pengendalian inflasi diperkuat melalui Early Warning System (EWS) berbasis model multivariat yang dikembangkan melalui kolaborasi bersama BRIDA Provinsi Sumsel.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, Pemprov Sumsel mencanangkan pembentukan Forum Kolaborasi GSMP Provinsi Sumsel. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antarpelaku usaha melalui skema Business-to-Business (B2B) dan Government-to-Government (G2G) dalam mendukung rantai pasok pangan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian kepada kelompok tani dan pelaku usaha lokal. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi pangan sekaligus memperkuat ekosistem pangan daerah dari sektor produksi hingga distribusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....