OKI Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan Sumsel saat El Nino
- 25 Mei 2026 07:54 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI – Ancaman El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang pada 2026 justru dijadikan momentum percepatan produksi pangan di Sumatera Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumsel menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama gerakan percepatan tanam padi dengan target mencapai 111 ribu hektare. Pencanangan gerakan tanam tersebut dipusatkan di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Selasa, 19 Mei 2026.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan percepatan tanam dilakukan sebagai langkah antisipasi menjaga produksi pangan tetap stabil di tengah ancaman kemarau akibat fenomena El Nino.
“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino sekaligus upaya menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap tinggi,” ujar Herman Deru.
Menurut Deru, target tersebut masih realistis dicapai karena kondisi curah hujan di sejumlah wilayah Sumsel masih cukup mendukung untuk kegiatan tanam secara masif.
Selain itu, Sumsel dinilai memiliki potensi besar melalui lahan rawa lebak dan pasang surut yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyebut luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare, dengan sekitar 73 persen berupa lahan rawa lebak dan pasang surut.
“Gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan karena luas baku sawah di Sumatera Selatan mencapai sekitar 519 ribu hektare. Sebanyak 73 persen merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut,” katanya.
Sementara itu, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki menegaskan daerahnya siap menjadi garda terdepan dalam mendukung target ketahanan pangan Sumsel.
Menurut Muchendi, dukungan sarana produksi seperti benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian menjadi faktor penting untuk mendukung percepatan tanam dan peningkatan produktivitas petani.
“Kami optimistis target tersebut dapat dicapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik. Dukungan itu juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 300,” ujarnya.
Ia menjelaskan luas baku sawah di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap maksimal akibat tingginya genangan air.
Namun kondisi kemarau akibat El Nino dinilai justru membuka peluang pemanfaatan lahan tersebut untuk perluasan areal tanam padi.
Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....