Ketek Penyeberangan Jalur 13 Masih Diburu Warga Meski Ada Jembatan
- 28 Jul 2026 21:44 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Ketek penyeberangan di Jalur 13 Blok Y Banyuasin masih beroperasi sejak tahun 2018 hingga saat ini sebagai andalan utama warga untuk menyeberangi sungai.
- Tarif penyeberangan sebesar Rp15 ribu per sepeda motor, tanpa biaya tambahan untuk penumpang apapun jumlahnya.
- Pengemudi ketek bernama Agus menjelaskan sistem tarif flat yang diterapkan dalam layanan penyeberangan tradisional ini.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Ketek penyeberangan di Jalur 13 Blok Y masih menjadi andalan warga hingga sekarang. Layanan tersebut telah beroperasi sejak 2018 dan tetap melayani masyarakat.
Pengemudi ketek, Agus, menetapkan tarif Rp15 ribu untuk setiap sepeda motor. Penumpang tambahan tidak dikenakan biaya selama menggunakan sepeda motor yang sama.
Satu ketek mampu mengangkut maksimal delapan sepeda motor dalam sekali perjalanan. Jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai sekitar 50 hingga 60 unit setiap hari.
"Kadang dapet Rp800 ribu, kadang Rp1 juta seharinya," ujarnya. Agus memperkirakan sekitar 50 hingga 60 sepeda motor menggunakan layanan tersebut setiap hari.
Kepadatan penumpang biasanya terjadi saat jadwal kunjungan pondok pesantren. Momen Lebaran juga menjadi periode tersibuk bagi layanan penyeberangan tersebut.
Ketek menggunakan bahan bakar bensin untuk operasional harian. Agus menghabiskan sekitar dua liter bensin setiap hari untuk melayani penumpang.
Musim hujan menjadi kendala utama dalam operasional penyeberangan. Kondisi jalan yang licin membuat proses naik dan turun kendaraan lebih sulit.
Keberadaan jembatan di Jalur 16 belum mengurangi jumlah pengguna ketek. Warga tetap memilih ketek karena jarak jembatan dinilai cukup jauh.
Agus berharap pemerintah memperbaiki akses jalan menuju lokasi penyeberangan. Perbaikan jalan diharapkan memperlancar aktivitas warga saat musim hujan.
Warga Jalur 23, Sopia, memilih ketek untuk mengunjungi anaknya di pondok pesantren. Ia menilai perjalanan menjadi lebih cepat dibanding melalui jembatan.
"Lebih cepat, dan hemat waktu jugo jadinyo," katanya. Tarif penyeberangan dinilai sebanding dengan waktu yang berhasil dihemat.
Sopia berharap layanan ketek tetap tersedia untuk masyarakat setiap hari. Ia juga berharap jumlah ketek bertambah saat jadwal kunjungan pondok pesantren.
Laporan Ayu Siti Fatimah, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....