Bupati Muba Instruksikan Penanganan Menyeluruh Pascalongsor di Desa Epil
- 28 Jul 2026 05:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melakukan respons cepat terhadap bencana tanah longsor di Dusun II, Desa Epil, Kecamatan Lais dengan melakukan penanganan lapangan, evakuasi, dan pendataan korban.
- Bupati M. Toha Tohet menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah dalam menangani bencana ini.
- Pemerintah mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batanghari, Sungai Musi, dan kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun II, Desa Epil, Kecamatan Lais. Mulai dari penanganan di lapangan, evakuasi dan pendataan, juga termasuk penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Bupati Muba, M. Toha Tohet, mengimbau masyarakat khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Batanghari maupun Sungai Musi dan kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. "Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ucapnya.
Bupati menegaskan warga yang berada di lokasi rawan untuk mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan tetap tinggal di rumah apabila kondisinya sudah membahayakan. “Kita akan terus hadir memberikan bantuan, mempercepat penanganan, serta menyiapkan langkah relokasi dan pembangunan infrastruktur pengaman agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," ucap Bupati, Senin, 27 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 10 unit rumah terdampak akibat peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, tiga unit rumah mengalami rusak berat hingga roboh. Selain itu, terdapat tujuh unit rumah lain yang berada di sepanjang pinggiran DAM dan masuk dalam kategori rawan terdampak apabila terjadi longsor susulan.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah melakukan evakuasi warga terdampak, pendataan kerusakan, hingga menyiapkan langkah relokasi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan.
Kalaksa BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan, bencana longsor pertama terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Longsor terjadi pada dinding penahan DAM Sungai Batanghari sehingga mengakibatkan dua unit rumah mengalami rusak berat.
"Selanjutnya pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 02.00 WIB kembali terjadi longsor susulan di lokasi yang sama. Kejadian tersebut menyebabkan satu unit rumah kembali mengalami rusak berat," ujar Marko.
Ia menjelaskan, longsor pertama dipicu abrasi Sungai Batanghari yang terus menggerus dinding penahan sungai. Sementara longsor susulan terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, menurut Marko Pemkab Muba menyiapkan relokasi warga terdampak ke lahan aset desa maupun tanah milik warga yang dinilai lebih aman. “Pemerintah juga akan menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan tembok penahan di lokasi longsor sebagai dasar pelaksanaan pembangunan,” jelansnya.
Untuk penanganan jangka panjang, direncanakan pembangunan tembok DAM penahan di sepanjang titik rawan di Sungai Batanghari. Tembok itu guna mengurangi risiko abrasi dan longsor yang dapat mengancam permukiman warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....