BPBD Banyuasin Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

  • 22 Jul 2026 06:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Banyuasin memperkuat mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan selama musim kemarau 2026 dengan langkah proaktif mengantisipasi peningkatan potensi bencana.
  • Empat posko siaga telah disiapkan dan ditempatkan secara strategis di Kecamatan Rambutan, Tanjung Lago, Banyuasin III, dan Pulau Rimau untuk respons cepat.
  • Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana memimpin upaya mitigasi yang bertujuan meminimalkan dampak bencana alam selama musim kemarau di wilayah Banyuasin.

RRI.CO.ID, Banyuasin - BPBD Kabupaten Banyuasin memperkuat upaya mitigasi menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan selama musim kemarau 2026. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya potensi kekeringan dan titik api di sejumlah wilayah Banyuasin.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat posko siaga. Posko ditempatkan di Kecamatan Rambutan, Tanjung Lago, Banyuasin III, dan Pulau Rimau.

Menurut Reza, wilayah tersebut dipilih karena termasuk daerah yang rawan mengalami karhutla dan kekeringan saat musim kemarau. Setiap posko juga dilengkapi armada tangki air untuk membantu kebutuhan air bersih warga.

Ia menyebut dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat sejak Juni 2026. Beberapa kelurahan di Kecamatan Banyuasin III sudah menerima bantuan distribusi air bersih dari BPBD.

“Kami sudah melakukan dropping air ke beberapa kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya dalam Program Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Senin, 20 Juli 2026.

Selain kekeringan, BPBD juga mencatat peningkatan kejadian karhutla selama Juli 2026. Kecamatan Rantau Bayur menjadi salah satu wilayah yang paling sering ditemukan titik api.

Reza menjelaskan sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, BPBD bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan tim pemadam darat untuk mempercepat penanganan.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api. Warga juga diminta lebih bijak menggunakan air bersih selama puncak musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....