UMKM Kuliner Sungai Musi Andalkan Wisatawan Demi Tingkatkan Penjualan

  • 28 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • UMKM di Pasar 16 Ilir, Palembang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan untuk meningkatkan volume penjualan mereka.
  • Lokasi strategis di tepi Sungai Musi dan dekat Jembatan Ampera menjadi faktor utama yang menarik wisatawan dan pelaku usaha untuk berbisnis di kawasan tersebut.
  • Pedagang kuliner di Pasar 16 Ilir menawarkan menu beragam dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000 untuk gorengan hingga Rp15.000 untuk model dengan mi.

RRI.CO.ID, Palembang - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan tepian Sungai Musi, Pasar 16 Ilir, Palembang, masih mengandalkan kunjungan wisatawan untuk mendongkrak penjualan. Lokasi yang berada di sekitar ikon Kota Palembang, yakni Sungai Musi dan Jembatan Ampera, menjadi daya tarik bagi pedagang untuk membuka usaha kuliner.

Salah seorang pelaku UMKM, Niri (45) menyediakan beragam menu makanan dan minuman, seperti model, bakso, mi ayam, gorengan serta aneka minuman. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari gorengan Rp1.000, Marimas Rp2.000, Pop Ice Rp5.000, model tanpa mi Rp10.000, bakso dan mi ayam Rp12.000, hingga model menggunakan mi Rp15.000.

Menurut Niri, ia memilih berjualan di kawasan tepian Sungai Musi karena melihat potensi usaha yang cukup menjanjikan. Selain menjadi destinasi wisata, kawasan tersebut setiap hari ramai dilalui masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati panorama Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

"Saya memilih jualan di sini karena lokasinya strategis. Banyak orang datang untuk menikmati Sungai Musi dan melihat Jembatan Ampera, jadi peluang usahanya cukup bagus," kata Niri saat ditemui di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, Minggu 26 Juli 2026.

Seluruh makanan yang dijual di lapaknya merupakan hasil olahan sendiri. Niri memulai aktivitas berdagang sejak pukul 06.30 WIB hingga 17.00 WIB dengan melayani pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia.

Menurutnya, sebagian besar pengunjung membeli makanan dan minuman untuk dinikmati sambil bersantai di tepian Sungai Musi atau berfoto dengan latar belakang Jembatan Ampera. Momen penjualan paling ramai biasanya terjadi saat libur Tahun Baru dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.

Namun, Niri mengakui kondisi penjualan pada hari biasa masih belum seramai tahun lalu. Peningkatan jumlah pengunjung umumnya hanya terlihat pada akhir pekan, meski belum mampu menyamai tingkat keramaian pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau hari biasa sekarang memang lebih sepi dibanding tahun lalu. Sabtu dan Minggu lumayan ramai, tetapi masih belum seramai tahun sebelumnya," ujarnya.

Niri menambahkan, penjualan belum sepenuhnya pulih, Niri tetap optimistis menjalankan usahanya. Ia yakin kawasan wisata Sungai Musi masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Palembang sehingga peluang usaha kuliner tetap terbuka.

Niri berharap jumlah wisatawan kembali meningkat agar aktivitas UMKM di kawasan wisata Sungai Musi semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi para pedagang.

"Saya berharap dagangan bisa kembali ramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Semoga UMKM di kawasan wisata seperti ini juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah karena berada di salah satu ikon Kota Palembang," tuturnya.

Laporan: M Wirya Gunawan, Mahasiswa Magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....