Karhutla Sungai Rotan, Petugas Bersihkan Kanal Dampak Air Menyurut
- 27 Jul 2026 09:00 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Muara Enim- Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera masih terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim sejak terjadi Sabtu 25 Juli 2026. Bahkan dua tim Manggala Agni diturunkan untuk mempercepat proses pemadaman.
“Satu regu Manggala Agni sudah dilokasi dan satu regu lagi dałam perjalanan menuju lokasi kebakaran di Desa Suka Maju. Regu tersebut bagian dari Pondok Kerja Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat,” ungkap Kepala Dalkarhut Wilayah Sumatera, Fedian Krisnanto dari riais yang ditariam RRI.CO.ID, Minggu 26 Juli 2026.
Menurutnya upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan di wilayah Sumatera Selatan. Tim gabungan Manggala Agni Daops Sumatera XVI Lahat bersama BPBD Kabupaten Muara Enim, Koramil 404/01 Gelumbang, Polsek Sungai Rotan, dan masyarakat berjibaku melakukan pemadaman darat di wilayah Kabupaten Muara Enim.
| Baca juga: Lima Daerah Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla |
“Tugas dari tim tidak hanya memadamkan, saat ini kondisi air sudah mulai surut. Regu Manggala Agni juga membersihkan lumpur di sumber air untuk pemadaman di Sungai Rotan apalagi kanal- kanal mulai susah air.
Sementara itu, Kepala Daops Sumatera XVI Lahat, Athur Daniel Sinaga, mengatakan Tim gabungan langsung bergerak cepat untuk memadamkan api dan mencegah kobaran meluas ke area lainnya. “Karena itu, kami bergerak cepat melakukan pemadaman darat agar lahan yang terbakar tidak meluas,” ujar Athur.
Dalam proses pemadaman, tim gabungan menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Kebakaran yang terjadi diketahui merupakan kebakaran tipe bawah atau ground fire yang melanda lahan gambut.
Karakteristik kebakaran pada lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Api dapat merambat dan terus membara di bawah permukaan tanah, meski kobaran api di permukaan terlihat telah padam.
“Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan dan pendinginan secara berulang untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala. Meski menghadapi medan dan karakteristik api yang sulit, tim gabungan memastikan akan terus melakukan upaya pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam.
Arthur menyebut operasi pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan secara maksimal sampai kondisi di lokasi dinyatakan tuntas dan aman, sehingga potensi kebakaran kembali meluas dapat dicegah. “Sejauh ini, kerja Daops Sumatera XVI Lahat tengah memetakan luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Muara Enim,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....