Pengembangan Kapasitas Pemuda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global
- 27 Jul 2026 08:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Indonesia Youth Diplomacy (IYD) Sumatera Selatan terus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui berbagai program yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Hal ini dalam Obrolan Komunitas di RRI, Organisasi nirlaba tersebut mengusung tema From Local Impact to Global Influence dengan membangun pemuda yang mampu memberi dampak dari daerah hingga tingkat internasional.
Ketua Umum IYD Sumsel, Youges Putra Merly Paradika, mengatakan IYD merupakan organisasi kepemudaan nonpolitik yang lahir pada 2021 bertepatan dengan Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20. Organisasi ini berkembang dari jejaring delegasi pemuda internasional yang ingin memperluas manfaatnya kepada lebih banyak generasi muda di Indonesia.
“Fokus utama IYD adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, berbagai program dirancang agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumatera Selatan,” ujar Youges, Jumat, 24 Juni 2026.
Saat ini IYD telah memiliki sekitar 3.000 anggota di 16 provinsi. Di Sumatera Selatan sendiri tercatat sekitar 100 anggota yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga profesional berusia 15–30 tahun.
"IYD hadir untuk memberikan dampak nyata bagi pemuda, bukan hanya mengirim delegasi ke luar negeri, tetapi juga membangun kualitas pemuda di daerah," ujarnya.
Selain menyiapkan delegasi pada berbagai forum internasional, IYD Sumsel juga rutin menghadirkan pelatihan daring dan luring untuk meningkatkan kompetensi pemuda. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari perusahaan multinasional, organisasi nonpemerintah, hingga para delegasi internasional
Youges menjelaskan, kemampuan berbahasa asing bukan menjadi syarat utama bergabung. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemauan belajar, keberanian berdiplomasi, dan keinginan memberi kontribusi bagi masyarakat.
"Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkembang. Diplomasi bukan hanya soal berbicara dalam bahasa asing, tetapi bagaimana membawa potensi daerah kepada dunia," katanya.
Salah satu anggota IYD Sumsel, Muhammad Ande Yowan, mengaku memperoleh banyak pengalaman sejak bergabung pada 2023. Ia bahkan berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Jerman dan berkomitmen tetap membantu memperluas jejaring IYD dari luar negeri.
Ke depan, IYD Sumsel juga akan melanjutkan program Sriwijaya Youth Diplomacy yang menjangkau 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Program tersebut antara lain mengampanyekan ketahanan pangan melalui pembagian bibit cabai kepada pemuda serta membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk menghasilkan solusi atas persoalan daerah.
Melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor, IYD Sumsel berharap semakin banyak pemuda yang mampu menjadi agen perubahan sekaligus membawa potensi Sumatera Selatan ke tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....