Cara Merubah Nasib dalam Pandangan Islam
- 17 Jul 2026 06:55 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum dirinya berusaha melakukan perubahan, baik dalam sikap, perilaku, maupun kualitas diri.
- Kebaikan menjadi kunci kemudahan hidup, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Lail melalui sikap gemar berinfak, berbagi, dan membenarkan kebaikan.
- Syukur dan kepedulian terhadap sesama perlu terus ditingkatkan, karena keduanya menjadi bagian penting dalam meraih keberkahan dan memperbaiki kehidupan.
RRI.CO.ID, Palembang - Perubahan nasib sering dikaitkan dengan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT sejak awal kehidupan. Namun, manusia tetap diwajibkan berikhtiar dan berusaha memperbaiki kualitas hidup yang dijalaninya.
Melalui program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 14 Juli 2026, Ustaz Imron Taslim membahas cara mengubah nasib menurut pandangan Islam. Ia menjelaskan bahwa perubahan dapat diraih melalui ikhtiar, amal saleh, dan perbaikan diri.
“Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum dia berubah,” ujarnya. Ia menegaskan perubahan harus diawali dengan memperbaiki sikap, pola pikir, dan perilaku sehari-hari.
Ustaz Imron menjelaskan bahwa Allah memudahkan urusan orang yang gemar berbuat kebaikan. Ia merujuk pada kandungan Surah Al-Lail tentang pentingnya berinfak dan melakukan kebaikan.
Menurutnya, kebaikan dapat diwujudkan melalui aspek spiritual, emosional, dan sosial secara seimbang. Secara spiritual, seseorang dianjurkan menerima ketentuan Allah tanpa banyak mengeluh terhadap keadaan.
Sementara itu, secara emosional seseorang perlu belajar mengakui kesalahan tanpa menyalahkan orang lain. Adapun secara sosial, kebaikan dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kebiasaan berbagi kepada sesama.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, seseorang tidak hanya mencari rezeki, tetapi juga menciptakan peluang kebaikan bagi orang lain.
Selain itu, Ustaz Imron menekankan pentingnya bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah. Ia menilai kebiasaan mengeluh dan meremehkan nikmat dapat menghambat datangnya keberkahan dalam kehidupan.
Ustaz Imron mengajak masyarakat terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh. Ia berharap setiap orang dapat meraih kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....