Jaga Warisan Kuliner Tradisional, Jajanan Kembang Tahu Tetap Diminati

  • 27 Jul 2026 08:33 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Penjual kembang tahu di Palembang tetap mempertahankan proses pembuatan tradisional menggunakan gilingan batu meski jajanan modern semakin berkembang.
  • Kelangkaan bahan baku membuat jumlah produksi dan pendapatan penjual menurun, namun usaha tetap dipertahankan sebagai warisan keluarga.
  • Penjual berharap masyarakat terus mendukung keberadaan kuliner tradisional agar tetap lestari dan tidak kalah bersaing dengan makanan modern.

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah menjamurnya aneka jajanan modern, kembang tahu masih bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional yang memiliki penikmat tersendiri di Kota Palembang. Meski semakin jarang ditemukan, penjual kembang tahu keliling tetap mempertahankan proses pembuatan secara tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah seorang penjual, Ferdi (80), telah menekuni usaha kembang tahu selama lebih dari 40 tahun. Ia meneruskan usaha keluarga dengan tetap menggunakan peralatan tradisional berupa gilingan batu untuk menjaga cita rasa khas yang telah dikenal pelanggan selama puluhan tahun.

"Penggunaan gilingan batu menjadi ciri khas yang tidak ingin ditinggalkan meski proses pembuatannya membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar, karena cara tersebut mampu mempertahankan kualitas dan rasa kembang tahu seperti dahulu," ujar Ferdi, Sabtu 25 Juli 2026.

Ferdi mengaku ketersediaan bahan baku yang semakin terbatas membuat jumlah dagangan yang dibawanya setiap hari tidak lagi sebanyak beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan yang diperolehnya.

Setiap mangkuk kembang tahu dijual dengan harga Rp15 ribu. Meski hasil penjualan tidak menentu, Ferdi tetap mempertahankan usahanya karena telah menjadi bagian dari kehidupan dan mata pencahariannya selama puluhan tahun.

Pembeli kembang tahu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dan lanjut usia. Menurut Ferdi, masih banyak masyarakat yang menyukai cita rasa jajanan tradisional meski kini pilihan kuliner modern semakin beragam.

Setiap hari Ferdi mulai berjualan sekitar pukul 10.00 WIB dengan berkeliling dari kawasan Veteran hingga Dempo. Ia baru mengakhiri aktivitasnya setelah seluruh dagangan habis terjual sehingga waktu pulang tidak dapat dipastikan.

Ferdi menilai keberadaan penjual kembang tahu kini semakin sedikit di Kota Palembang. Namun, ia memilih tetap bertahan karena ingin menjaga warisan kuliner tradisional agar tetap dikenal oleh masyarakat.

Ia berharap masyarakat terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap jajanan tradisional. Dengan tetap membeli dan mengenalkan kuliner lokal kepada generasi muda, makanan tradisional seperti kembang tahu diharapkan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Laporan: M. Wirya Gunawan, Mahasiswa Magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....