Tips Manajemen Waktu Mahasiswa Aktif Organisasi ala Presiden BEM Poltekkes

  • 26 Jul 2026 22:44 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Dua mahasiswi Poltekkes Palembang membuktikan bahwa kuliah dan organisasi dapat dijalankan secara bersamaan dengan manajemen waktu yang baik.
  • Nurul Az Zahra dan Fatimah Rahma, hadir di Sore Ceria RRI Pro 2 Palembang untuk berbagi pengalaman dan strategi mereka dalam menjalani dua tanggung jawab tersebut.
  • Pengelolaan waktu yang efektif menjadi kunci utama bagi mahasiswa yang ingin aktif di organisasi kampus sambil tetap fokus pada akademik.

RRI.CO.ID, Palembang - Aktif berorganisasi tidak harus mengorbankan prestasi akademik. Dua mahasiswi Poltekkes Kemenkes Palembang membagikan pengalaman mereka mengelola waktu agar tetap berprestasi di bangku kuliah sekaligus aktif di organisasi kemahasiswaan.

Tips tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa BEM Poltekkes Kemenkes Palembang, Nurul Az Zahra, bersama Staf Muda PSDM BEM KM Poltekkes Kemenkes Palembang, Fatimah Rahma, saat menjadi narasumber program Sore Ceria Pro 2 RRI Palembang, Kamis, 23 Juli 2026.

Nurul mengatakan kemampuan mengatur diri menjadi kunci utama menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi. Menurutnya, seseorang harus mampu mengelola dirinya sebelum memimpin atau mengatur orang lain.

"Kita belum bisa mengendalikan orang lain kalau belum bisa mengendalikan diri sendiri," ujarnya.

Ia menyarankan mahasiswa mencatat seluruh agenda dan tugas yang harus diselesaikan setiap hari. Setelah itu, kegiatan diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

Nurul menegaskan kegiatan akademik harus tetap menjadi prioritas utama. Keikutsertaan dalam organisasi, menurutnya, menjadi sarana mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa.

"Sebagai anak organisasi bukan berarti mengutamakan organisasi, kampus tetap yang utama," ujarnya.

Fatimah Rahma mengaku menerapkan prinsip serupa dalam membagi waktu. Ia menilai mahasiswa harus mampu menentukan kegiatan yang paling penting ketika dihadapkan pada berbagai tanggung jawab.

"Kita harus pilih mana yang paling penting karena enggak mungkin selalu fokus ke organisasi," ujarnya.

Keduanya telah aktif berorganisasi sejak jenjang sekolah menengah dan merasakan manfaatnya hingga di bangku kuliah. Pengalaman tersebut membantu meningkatkan kemampuan beradaptasi, komunikasi, kepemimpinan, serta tanggung jawab.

Fatimah mengajak mahasiswa baru tidak ragu bergabung dalam organisasi kemahasiswaan. Senada dengan itu, Nurul berharap mahasiswa tetap menjaga semangat dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengembangan diri tanpa mengesampingkan prestasi akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....