Mengenal Apa Itu Duta DPD RI dan Perannya dalam Membangun Daerah
- 20 Jul 2026 21:29 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Literasi digital menjadi kunci peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Anak muda Sumatera Selatan didorong untuk memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan solusi bagi masyarakat.
- Duta DPD RI Sumatera Selatan 2025, Abel Jennyska Laurencia aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar siswa lebih mengenal tugas dan fungsi DPD RI serta menumbuhkan semangat mengabdi kepada daerah.
- Generasi Z perlu memanfaatkan digitalisasi secara produktif. Kemajuan teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat, bukan sekadar menjadi pengguna pasif media digital.
RRI.CO.ID, Palembang - Membangun daerah tidak harus menunggu jadi pejabat. Di era 2026, peran generasi muda di Sumatera Selatan dimulai dari hal sederhana: peduli literasi digital.
Melek digital dinilai jadi kunci agar anak muda Sumsel tidak hanya jadi konsumen internet, tapi juga produsen solusi untuk Palembang dan 17 kabupaten/kota.
Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah melalui kepedulian sosial, peningkatan kapasitas diri, serta pemanfaatan teknologi digital secara positif.
Abel Jennyska Laurencia, Duta DPD RI Sumatera Selatan 2025, saat Dialog Kita Indonesia Kamis, 16 Juli 2026. Abel menjelaskan bahwa salah satu tugasnya sebagai Duta DPD RI adalah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar pelajar lebih mengenal fungsi dan peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
"Saya sering datang ke sekolah untuk memperkenalkan apa itu DPD RI, karena masih banyak siswa yang belum mengetahui tugas dan fungsi DPD," ujar Abel.
Menurutnya, menjadi Duta DPD RI bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membutuhkan komitmen dalam mengabdi kepada daerah. Ia menyebutkan bahwa persyaratan utama adalah memiliki rasa cinta terhadap Indonesia, tanggung jawab untuk membangun daerah, kemampuan berbahasa Inggris, serta mempersiapkan berbagai tahapan seleksi, seperti membuat video profil diri dan memperoleh dukungan dari masyarakat.
"Hal yang paling utama adalah cinta Indonesia. Seorang duta harus memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah, memiliki kemampuan berbahasa Inggris, serta mempersiapkan diri melalui video profil dan dukungan masyarakat," jelasnya.
Abel juga menceritakan awal ketertarikannya mengikuti ajang Duta DPD RI. Ia mengaku pertama kali mengetahui program tersebut dari tayangan televisi, kemudian mencari informasi lebih lanjut hingga akhirnya mendaftar melalui seleksi di tingkat daerah.
Selain berbagi pengalaman, Abel menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi Generasi Z saat ini, yaitu derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan justru menjadi penghambat produktivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....