Karhutla di Desa Lorok Ogan Ilir Berhasil Dipadamkan setelah Dua Hari Berjibaku

  • 15 Jul 2026 20:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebakaran hutan di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir membakar lahan seluas 15 hektare pada 13 Juli 2026 dan berhasil dipadamkan pada 14 Juli 2026 setelah dua hari operasi.
  • Petugas mengalami kesulitan pemadaman karena kondisi vegetasi yang mudah terbakar, tiupan angin kencang, dan cuaca panas yang mendominasi lokasi kebakaran.
  • Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD Ogan Ilir, dan Manggala Agni menggunakan mobil angkut, pompa jinjing, dan helikopter water bombing dalam operasi pemadaman.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir semakin meluas, bahkan lahan 15 hektare ikut terbakar di Desa Lorok Kecamatan Indralaya Utara, pada Senin, 13 Juli 2026. Petugas mengaku kesulitan dalam memadamkan karhutla yang didominasi semak belukar kering akibat cuaca panas.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, mengatakan petugas akhirnya berhasil memadamkan api pada Selasa siang, 14 Juli 2026, setelah dua hari berjibaku. Menurutnya kondisi dilapangan akibat tiupan angin dan upaya pemadaman yang memasuki malam hari semakin menyulitkan petugas di hari pertama.

“Selain vegetasi yang mudah terbakar, proses pemadaman juga terkendala oleh tiupan angin yang cukup kencang. Embusan angin menyebabkan api mudah berpindah ke titik-titik lain sehingga menyulitkan petugas di lapangan,” ungkap Ferdian, Rabu 15 Juli 2026.

Adapun peralatan pemadaman yang digunakan berupa mobil angkut, kemudian dua unit pompa jinjing dan juga terlihat helikopter water bombing lalu lalang dari arah Ogan Ilir. “Tipe kebakaran merupakan permukaan lahan yang statusnya milik masyarakat,"terang Ferdian.

Upaya pemadaman dilakukan tim gabungan mulai dari unsur TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta juga BPBD Ogan Ilir. Sementara personel Manggala Agni Daops yang terlibat bagian Sumatera XIV Banyuasin yang memiliki wilayah kerja di Ogan Ilir.

Karhutla di Ogan Ilir pada hari yang sama, Senin 13 Juli 2026 juga terjadi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya. Lahan yang terbakar merupakan semak belukar, gegas dan jenis Pohon Akasia

“Pada Senin, 13 Juli juga terjadi karhutla di Desa Seteko dengan luasan sekitar 3 hektare. Namun di hari yang sama api berhasil dipadamkan meskipun hingga malam hari,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....