Belum Ada SPBU, Speedboat Musi Andalkan Pemasok BBM
- 14 Jul 2026 07:24 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Speedboat di Sungai Musi Palembang masih bergantung pada pasokan Pertalite dari pemasok lokal karena tidak ada fasilitas SPBU resmi Pertamina di dermaga.
- Pengemudi speedboat menghadapi penurunan jumlah penumpang yang drastis dalam tiga tahun terakhir, diperburuk oleh kondisi cuaca ekstrem seperti kabut tebal dan gelombang tinggi.
- Sungai Musi mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang menyebabkan kapal sering kandas, sehingga pengemudi Mang Jack meminta pemerintah melakukan pengerukan sungai segera.
RRI.CO.ID, Palembang - Transportasi speedboat di Sungai Musi masih bergantung pada pasokan Pertalite dari pemasok karena belum tersedia fasilitas pengisian BBM resmi Pertamina di kawasan dermaga. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi operasional angkutan sungai yang melayani perjalanan antardaerah.
Salah seorang pengemudi speedboat, Mang Jack, mengatakan kebutuhan bahan bakar selama ini dipenuhi melalui pemasok yang rutin mengisi Pertalite di titik keberangkatan. Sistem tersebut membuat seluruh armada tetap dapat beroperasi meski belum tersedia stasiun pengisian resmi.
"Untuk bahan bakarnyo lah ado yang ngisi. Belum ado pengisian BBM resmi Pertamina di sepanjang dermaga," ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Mang Jack mengaku telah hampir 10 tahun menjadi pengemudi speedboat di Sungai Musi. Selama itu pula, pasokan bahan bakar selalu bergantung pada distribusi dari pihak pemasok.
Dalam sekali perjalanan, speedboat mampu mengangkut hingga 60 penumpang dengan tarif Rp150 ribu per orang. Waktu tempuh sekitar empat jam menjadikan moda transportasi tersebut tetap diminati masyarakat yang mengutamakan kecepatan perjalanan.
Menurut Mang Jack, jumlah penumpang biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri dan awal tahun perkuliahan. Namun, tren penumpang dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
"Sudah hampir tiga tahun ini, drastis turun yang naik speed. Kadang kabut samo gelombang yang tinggi sering jadi kendala pas mengemudi speedboat," ujarnya.
Selain berkurangnya jumlah penumpang, kondisi cuaca turut memengaruhi aktivitas pelayaran di Sungai Musi. Kabut tebal dan gelombang tinggi kerap memperlambat perjalanan serta meningkatkan risiko pelayaran.
Mang Jack mengatakan armada yang dioperasikannya merupakan milik pribadi. Ia berharap pasokan bahan bakar tetap terjaga agar pelayanan angkutan sungai dapat berlangsung tanpa hambatan.
Ia juga meminta pemerintah segera melakukan pengerukan alur Sungai Musi yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Menurutnya, kondisi tersebut sering menyebabkan kapal kandas saat melintasi beberapa titik sungai.
"Harapan aku untuk pemerintah, tolong perhatike sungai daerah jalur ini. Kareno lah dangkal nian, galak nyangkut, kalo biso di kerok," tuturnya.
Sementara itu, penumpang asal Prabumulih, Anugrah, memilih menggunakan speedboat karena waktu tempuhnya lebih singkat dibandingkan perjalanan darat. Ia menilai tarif yang dibayarkan masih sebanding dengan kecepatan dan kenyamanan perjalanan.
"Lebih cepat, aman, tidak seperti naik motor yang bisa macet. Untuk hargo terjangkau, sesuai lah dengan harga segitu," katanya.
Laporan Anggara Firga Pradivta mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....