Peran Penting Penyapu Jalan dalam Menjaga Kebersihan Kota

  • 12 Jul 2026 06:34 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Yuliati, penyapu jalan di Jalan H. Abdul Rozak selama 15 tahun, menekankan bahwa kebersihan kota membutuhkan tanggung jawab bersama antara petugas dan masyarakat.
  • Setiap hari Yuliati menyapu jalan dari kawasan Monginsidi hingga Lorong Setuju dengan jam kerja 06.00-16.00 WIB bersama tim 28 penyapu jalan lainnya.
  • Yuliati mengharapkan pemerintah menyediakan tong sampah yang layak dan memberikan perhatian lebih baik terhadap kesejahteraan petugas kebersihan di Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Peran penyapu jalan masih menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan Kota Palembang. Selain petugas kebersihan, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya juga dinilai menjadi faktor utama menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Yuliati, penyapu jalan di kawasan Jalan H. Abdul Rozak, mengatakan kebersihan kota tidak hanya bergantung pada petugas. Menurutnya, masyarakat sebagai penghasil sampah memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau masyarakat sadar membuang sampah pada tempatnya, pekerjaan kami juga akan lebih ringan. Kota juga jadi lebih bersih dan nyaman,” ujar Yuliati saat diwawancarai, Jum'at, 10 Juli 2026.

Yuliati telah bekerja sebagai penyapu jalan selama 15 tahun. Ia menggantikan suaminya, Jasmin, yang sakit. Jasmin sendiri menerima penghargaan sebagai penyapu jalan terbaik pertama dan hadiah umrah dari Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, pada November 2025.

Setiap hari, Yuliati bertugas menyapu jalan dari kawasan Monginsidi di wilayah Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni hingga Lorong Setuju, Kecamatan Sako. Ia mulai bekerja pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB dan tergabung dalam tim yang beranggotakan 28 penyapu jalan dengan wilayah kerja yang berbeda-beda.

“Sampah itu selalu ada setiap hari. Paling banyak biasanya malam dan pagi, sedangkan saat musim tertentu didominasi daun-daun kering,” katanya. Selama bertugas, Yuliati kerap menemukan berbagai jenis sampah. Mulai dari botol bekas wadah bensin, bungkus nasi, plastik, hingga daun kering yang berserakan di sepanjang jalan.

Menurutnya, keberadaan penyapu jalan sangat penting untuk menjaga kebersihan kota. Jika sampah dibiarkan menumpuk, kondisi tersebut dapat memicu banjir dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Meski demikian, Yuliati menilai jumlah sampah yang berserakan saat ini mulai berkurang. Namun, ia mengaku volume sampah di jalan masih lebih banyak dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi selama bekerja adalah risiko keselamatan akibat padatnya kendaraan yang melintas. Saat hujan turun, pekerjaan tetap dilakukan setelah kondisi hujan mulai mereda. “Kalau selesai menyapu dan melihat jalan jadi bersih, rasanya senang. Jalan juga terlihat lebih nyaman dan enak dipandang,” tuturnya.

Selain itu, Yuliati berharap pemerintah dapat menyediakan tong sampah bagi petugas penyapu jalan. Selama ini, petugas masih menggunakan karung sebagai tempat penampungan sampah yang kerap diambil oleh pengepul barang bekas sehingga sampah di dalamnya dibuang kembali ke selokan.

Yuliati juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih baik terhadap kesejahteraan penyapu jalan. Ia menilai petugas kebersihan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan kota setiap hari.

“Harapan saya, pemerintah lebih memperhatikan dan memakmurkan penyapu jalan. Untuk masyarakat, semoga semakin sadar membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih, nyaman, dan enak dipandang,” tuturnya.

Laporan: M. Wirya Gunawan Mahasiswa magang Jurusan Komunikasi UIN Radan Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....