Dinas Pariwisata Palembang Dorong Paguyuban Perkuat Tata Kelola CFN Atmo

  • 03 Jun 2026 10:23 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Pariwisata Kota Palembang mendorong pembentukan paguyuban Car Free Night (CFN) Atmo untuk memperkuat tata kelola kegiatan. Wadah koordinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung penyelenggaraan acara yang lebih tertib.

Pembentukan paguyuban dibahas dalam rapat evaluasi CFN Atmo dan persiapan pengukuhan pengurus. Pertemuan berlangsung di Gunz Cafe Palembang, Senin, 1 Juni 2026.

Rapat tersebut diikuti pengurus paguyuban, vendor, koordinator UMKM, anggota, dan komunitas atraksi. Berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan CFN Atmo turut menyampaikan masukan untuk perbaikan kegiatan ke depan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, mengatakan paguyuban akan menjadi sarana koordinasi antar unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan CFN. Keberadaan wadah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengelolaan kegiatan yang semakin baik.

Menurutnya, koordinasi yang efektif akan menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi seluruh pihak. Selain itu, berbagai persoalan teknis dapat diselesaikan lebih cepat melalui komunikasi yang terstruktur.

“Paguyuban ini diharapkan dapat membantu mengoordinasikan kegiatan sehingga Car Free Night Atmo menjadi lebih baik, lebih kondusif, dan lebih tertib,” ujarnya.

Irman menilai keberhasilan CFN Atmo dapat menjadi contoh pengembangan ruang publik di kawasan lain. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Melalui kegiatan itu, pelaku UMKM, komunitas seni, dan pegiat budaya memiliki ruang untuk menampilkan karya serta produk mereka. Kehadiran ruang publik yang aktif juga dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berkembang di sejumlah kecamatan di Kota Palembang. Konsep car free night, pasar malam, dan atraksi budaya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di berbagai wilayah.

“Tidak hanya terpusat di Atmo, tetapi bisa berkembang di beberapa sudut kota dan kecamatan. Saya yakin banyak masyarakat Palembang yang kreatif dan memiliki potensi untuk dikembangkan,” katanya.

Dalam rapat evaluasi, peserta juga membahas sejumlah catatan teknis penyelenggaraan kegiatan. Penataan stan UMKM dan lokasi penampilan komunitas atraksi menjadi salah satu fokus pembahasan.

Selain itu, masih ditemukan beberapa stan UMKM yang belum terpasang saat persiapan kegiatan berlangsung. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar tidak mengganggu kesiapan pelaksanaan acara.

Ketua Paguyuban CFN Atmo, Rio Saputra, mengatakan seluruh temuan dalam rapat akan ditindaklanjuti bersama pengurus dan komunitas terkait. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan.

“Sehingga kegiatan yang telah menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat Kota Palembang itu dapat berlangsung lebih tertata, aman, dan menarik bagi pengunjung,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....