Balai Bahasa Sumsel Dorong Pelestarian Sastra Tutur Digital

  • 10 Jul 2026 09:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Balai Bahasa Sumatera Selatan mendorong pelestarian sastra tutur dengan melibatkan generasi muda melalui berbagai program kebahasaan dan kesastraan di tengah perkembangan teknologi digital.
  • Teknologi digital dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sastra tutur melalui pertunjukan, video, dan konten digital tanpa menghilangkan nilai budaya.
  • Balai Bahasa Sumsel mengajak generasi muda mempelajari dan melestarikan bahasa serta sastra daerah, termasuk warisan budaya seperti Dul Muluk dan Senjang, sebagai bagian dari identitas budaya Sumatera Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong pelestarian sastra tutur di tengah perkembangan teknologi digital. Upaya tersebut melibatkan generasi muda melalui berbagai program kebahasaan dan kesastraan.

Kepala Balai Bahasa Sumsel, Desi Ari Pressanti, mengatakan penggunaan bahasa daerah terus menurun di kalangan generasi muda. Karena itu, pelestarian sastra tutur harus terus diperkuat.

“Penggunaan bahasa daerah sudah tidak banyak lagi dilakukan generasi muda,” kata Desi dalam Dialog Literasi Digital Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 7 Juli 2026. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian Balai Bahasa Sumsel.

"Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan sastra tutur kepada masyarakat. Berbagai platform digital dinilai mampu menjangkau lebih banyak generasi muda," tambah Desi.

Desi menjelaskan sastra tutur dapat dikemas menjadi pertunjukan, video, maupun konten digital tanpa menghilangkan nilai budaya. Cara tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih tertarik mengenal budaya daerah.

Sementara itu, Penerjemah Ahli Muda Balai Bahasa Sumsel, Frenky Daromes Ardesya, mengatakan sastra tutur merupakan warisan yang diwariskan secara lisan. Dul Muluk dan Senjang menjadi bagian penting identitas budaya Sumatera Selatan.

“Sastra kita keren dan memiliki identitas yang tidak kalah dengan budaya dari luar,” kata Frenky. Ia mengajak generasi muda menggali, mempelajari, dan melestarikan bahasa serta sastra daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....