Balai Karhutla Perkuat Pencegahan jelang Puncak Kemarau

  • 10 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Balai Pengendalian Karhutla memperkuat upaya pencegahan menjelang puncak musim kemarau.
  • Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, dan PALI.
  • BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus–September 2026 dengan curah hujan di bawah normal akibat pengaruh El Niño.

RRI.CO.ID, Palembang - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan memperkuat upaya pencegahan karhutla menjelang puncak musim kemarau di Sumatera Selatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya potensi kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Kepala Seksi Wilayah III Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Didik Suprijono, mengatakan, petugas terus meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan. Hingga awal Juli 2026, pihaknya telah menangani 26 titik kebakaran di berbagai kabupaten.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 106 hektare. Namun, angka tersebut masih menunggu hasil verifikasi dari pemerintah pusat.

“Sebagian besar kebakaran berhasil dipadamkan dan terus kami pantau agar tidak kembali meluas,” kata Didik dalam program Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Didik, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, dan PALI. Sebagian besar kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia saat musim kemarau berlangsung.

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Klimatologi Sumatera Selatan, Nandang Pangaribowo, menjelaskan, sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

"BMKG memprediksi curah hujan berada di bawah kondisi normal selama beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut diperkuat fenomena El Niño yang meningkatkan potensi kekeringan di Sumatera Selatan," ungkap Nandang.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau berlangsung. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....