Pempek Tumpah Tetap Diminati di Tengah Tren Kuliner Modern

  • 09 Jul 2026 12:43 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pempek tumpah tetap menjadi kuliner khas Palembang yang diminati masyarakat dan wisatawan berkat cita rasa khas, harga terjangkau, serta penyajian unik di atas nampan besar.
  • Penjual pempek tumpah di Pasar 16 Ilir menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan premium, seperti ikan kakap, sehingga mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah persaingan usaha.
  • Penjualan pempek tumpah meningkat pada akhir pekan dan hari-hari besar, bahkan dapat mencapai lebih dari 2.000 buah per hari, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon kuliner Kota Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Pempek tumpah tetap menjadi salah satu kuliner khas Palembang yang diminati masyarakat di tengah berkembangnya berbagai makanan modern. Cita rasa yang khas, harga terjangkau, dan penyajian yang unik membuat makanan tersebut terus diburu warga maupun wisatawan.

Salah satu penjual di kawasan Pasar 16 Ilir, Yana, mengatakan usahanya masih ramai dikunjungi pelanggan dari Palembang maupun luar daerah. Berbagai jenis pempek, seperti ada'an, kulit, tahu, telur, dan lenjer dijual dengan harga Rp1.000 per buah sehingga dikenal sebagai pempek seribuan.

Ciri khas pempek tumpah terletak pada penyajiannya yang disusun di atas nampan besar sehingga pembeli dapat memilih langsung sesuai selera. Menurut Yana, kualitas bahan baku tetap dipertahankan agar cita rasa pempek tidak berubah meski persaingan usaha semakin ketat.

"Untuk menjaga kualitas, kami tetap menggunakan bahan premium. Salah satunya ikan kakap agar rasa pempek tetap enak dan konsisten," ujar Yana, Minggu, 5 Juli 2026.

Berbagai jenis pempak yang ditawarkan di Lapak pempek tumpah, Yana di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, (Foto: RRI/M. Wirya Gunawan).

Yana menjelaskan pempek tumpah mulai dikenal sekitar 13 tahun lalu dari pedagang kaki lima di kawasan Pasar 16 Ilir. Pelopor usaha tersebut, Wak Drona, menyajikan pempek dalam jumlah banyak di atas nampan untuk memenuhi tingginya permintaan pembeli hingga kemudian dikenal sebagai pempek tumpah.

Menurutnya, kuliner tersebut tetap bertahan karena telah menjadi bagian dari identitas Palembang sebagai Kota Pempek. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan dari Lampung, Jambi, dan Bengkulu yang datang untuk menikmati kuliner khas tersebut.

Pada hari biasa, penjualan mencapai sekitar 800 hingga 1.000 buah pempek dan meningkat menjadi lebih dari 2.000 buah saat akhir pekan maupun hari besar. Yana berharap pempek tumpah terus dilestarikan sebagai kuliner khas Palembang sekaligus menjadi daya tarik wisata kuliner daerah.

Laporan M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah, Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....