Harganas 2026, Pemkab OKI Perkuat Ketahanan Keluarga
- 30 Jun 2026 16:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi menghadapi tantangan global dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33.
- Penguatan kualitas keluarga melalui kesehatan, pendidikan karakter, keterlibatan orang tua dan pengawasan penggunaan teknologi dinilai menjadi kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045.
- Pemkab OKI meluncurkan program SAPA PERAHU KAJANG untuk mencegah pernikahan usia dini dan menekan angka kelahiran remaja melalui edukasi serta pendampingan lintas sektor.
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menegaskan pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai perubahan sosial. Keluarga dinilai menjadi fondasi utama untuk membentuk masyarakat yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Pesan tersebut disampaikan pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 tingkat Kabupaten OKI. Upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati OKI, Senin, 29 Juni 2026.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, melalui Sekretaris Daerah Asmar Wijaya, menyampaikan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Dalam amanat tersebut, keluarga dipandang sebagai lingkungan pertama pembentukan karakter generasi muda.
"Ketahanan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Dari keluargalah lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan," ujar Asmar.
Menurut Asmar, Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi yang memberikan peluang bagi peningkatan pembangunan nasional. Peluang tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas sejak lingkungan keluarga.
Ia menjelaskan pembangunan manusia harus ditopang oleh kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental keluarga. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam menyiapkan generasi yang produktif dan berdaya saing.
Upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi keluarga menjadi bagian penting dalam pembangunan manusia. Pendidikan karakter dan keterampilan abad ke-21 juga perlu diperkuat sejak usia dini.
Asmar menekankan peran ayah dalam pengasuhan anak tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Kehadiran ayah secara emosional dinilai penting bagi perkembangan karakter dan kesehatan mental anak.
Di tengah perkembangan teknologi digital, orang tua diminta tetap mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Pendampingan keluarga diperlukan agar teknologi dimanfaatkan secara produktif dan edukatif.
Menurut Asmar, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam mencegah berbagai persoalan sosial di masyarakat. Pengasuhan yang baik membantu menekan risiko perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja.
Kasih sayang serta penanaman nilai agama dan moral menjadi bagian penting dalam pendidikan keluarga. Nilai tersebut diharapkan membentuk generasi yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian sosial.
Pada kesempatan itu, Pemkab OKI juga meluncurkan program SAPA PERAHU KAJANG sebagai inovasi daerah. Program tersebut berfokus pada pencegahan pernikahan usia dini dan pengaturan kehamilan remaja.
Melalui edukasi dan pendampingan keluarga, program itu diharapkan menurunkan angka kelahiran usia remaja. Kolaborasi lintas sektor juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....