Bawa Laptop dan Harapan, 60 Anak OKU Berangkat ke Sekolah Rakyat
- 28 Jul 2026 05:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- 60 anak dari keluarga prasejahtera OKU dikirim belajar ke Sekolah Rakyat 08 Ogan Ilir dengan fasilitas gratis penuh (termasuk laptop dan biaya hidup).
- Program Kemensos ini tak cuma menyekolahkan anak, tetapi juga memberikan bantuan modal usaha dan bedah rumah bagi orang tua murid.
- Pemkab OKU telah mengusulkan pembangunan gedung permanen SR 45 agar angkatan berikutnya bisa belajar di daerah sendiri.
RRI.CO.ID, OKU - Empat unit bus terparkir di Kompleks Masjid Islamic Center Baturaja, Minggu, 26 Juli 2026. Di dalamnya, 60 anak bersiap memulai babak baru hidup mereka. Tanpa dibebani biaya sepeser pun, anak-anak dari keluarga kurang mampu asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat 08 di Kabupaten Ogan Ilir.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan berkualitas.
Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menyempatkan diri menyapa dan memberi dorongan moral kepada para siswa sebelum armada bus bertolak. Ia mengingatkan bahwa dari ribuan anak di OKU yang membutuhkan, 60 anak inilah yang mendapat kesempatan emas tersebut.
"Patut kalian syukuri, dari sekian banyak anak-anak di OKU yang mendaftar, hanya kalian yang terpilih untuk bersekolah di Sekolah Rakyat. Karena itu belajarlah dengan giat, disiplin, dan sungguh-sungguh," tegas Teddy di hadapan para siswa dan orang tua.
Seluruh kebutuhan para siswa—mulai dari seragam, pakaian harian, biaya hidup, perlengkapan mandi, hingga laptop untuk menunjang pembelajaran—semuanya ditanggung penuh oleh pemerintah melalui program Kementerian Sosial."Semuanya disediakan secara gratis. Tugas kalian hanya membawa semangat dan kemauan untuk belajar. Kalian adalah harapan orang tua untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial OKU, Iwarman, menjelaskan bahwa rombongan kali ini terdiri dari 31 siswa laki-laki dan 29 siswa perempuan. Masing-masing siswa didampingi oleh satu orang tua selama proses transisi keberangkatan.
Pendidikan di Ogan Ilir ini bersifat sementara. Pemkab OKU saat ini tengah mengusulkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat 45 di Baturaja agar para siswa nantinya bisa kembali dan menempuh pendidikan di tanah kelahiran sendiri."Saat ini angkatan sebelumnya masih belajar di OKU, sedangkan 60 siswa ini sementara dititipkan di Sekolah Rakyat 08 Ogan Ilir. Setelah gedung permanen SR 45 selesai dibangun, mereka akan kembali ke OKU," terang Iwarman.
Intervensi pemerintah tidak berhenti pada si anak semata. Skema Sekolah Rakyat dirancang secara terintegrasi dengan membenahi perekonomian keluarga murid di rumah. Orang tua siswa yang diberangkatkan juga tersentuh program pemberdayaan, berupa kucuran modal usaha hingga perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) agar penanganan kemiskinan berjalan dari dua arah sekaligus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....