Usaha Sederhana yang Menjaga Cita Rasa Martabak Bangka

  • 30 Jun 2026 21:51 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Usaha roti bakar dan martabak manis Bangka milik Suryani di depan Masjid Al-Ikhlas Sei Hitam, Palembang, ramai dikunjungi warga setiap malam.
  • Roti bakar rasa keju dan cokelat menjadi menu terlaris, sementara martabak manis tersedia dalam berbagai varian rasa yang diminati pelanggan.
  • Meski menghadapi tantangan seperti cuaca dan sepinya pembeli pada hari tertentu, Suryani berharap usahanya terus berkembang dan menarik lebih banyak pelanggan.

RRI.CO.ID, Palembang - Usaha roti bakar dan martabak manis Bangka milik Suryani masih bertahan di tengah ketatnya persaingan kuliner malam di Palembang. Gerobaknya berjualan di depan Masjid Al-Ikhlas Sei Hitam dan melayani pelanggan setiap hari.

Suryani mulai membuka lapak pukul 17.00 WIB dan menutup usaha sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 WIB, tergantung jumlah pembeli. Roti bakar rasa keju dan cokelat menjadi menu yang paling banyak dipesan pelanggan.

Untuk martabak manis Bangka, seluruh varian rasa memiliki peminat masing-masing. Harga jual berkisar Rp18 ribu hingga Rp25 ribu sesuai pilihan topping.

"Saya memilih usaha ini karena pembuatannya sederhana dan bisa dijalankan sebagai usaha tambahan," ujarnya, Minggu, 29 Juni 2026.

Menurut Suryani, cuaca menjadi tantangan utama dalam berjualan. Hujan sering membuat jumlah pembeli menurun, meski suasana biasanya kembali ramai setelah hujan reda.

Usaha martabak dan roti bakar tersebut bukan satu-satunya sumber pendapatan keluarga. Di rumah, ia juga menjual lontong, nasi uduk, nasi goreng, dan beberapa menu lainnya.

"Usaha ini hanya tambahan. Saya juga berjualan makanan lain setiap hari di rumah," tuturnya.

Salah seorang pelanggan, Bambang, mengaku rutin membeli martabak di tempat tersebut bersama keluarganya. Ia menilai cita rasa yang konsisten menjadi alasan utama untuk kembali membeli.

"Rasanya tetap enak, toppingnya banyak, dan pelayanannya cepat," katanya.

Bambang mengatakan martabak menjadi pilihan camilan keluarga pada malam hari setelah beraktivitas. Menurutnya, harga yang ditawarkan juga masih sesuai dengan kualitas yang diterima.

Suryani berharap usahanya dapat terus bertahan dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Ia optimistis kuliner sederhana tetap memiliki tempat di tengah perubahan selera masyarakat.

Laporan Alya Zahira Zaldi, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....