Makna Ibadah Rutin Membentuk Hati yang Tenang dan Akhlak yang Lebih Baik

  • 29 Jun 2026 06:53 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ibadah menghadirkan ketenangan hati melalui salat, membaca Al-Qur'an, dan sedekah yang dilakukan dengan ikhlas.
  • Ibadah menjauhkan dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga seseorang lebih mampu menghindari kezaliman terhadap orang lain.
  • Amal saleh membentuk akhlak yang mulia dengan melembutkan hati dan menumbuhkan sikap sabar, syukur, serta peduli kepada sesama.

RRI.CO.ID, Palembang - Melaksanakan salat, membaca Al-Qur'an, serta bersedekah meski dalam jumlah yang sederhana merupakan amalan yang memberikan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari. Tidak hanya bernilai sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah-ibadah tersebut juga membawa perubahan positif yang dapat dirasakan secara langsung dalam diri seseorang.

Ustadzah Nurhayati Damiri, mengatakan bahwa, salah satu manfaat yang paling nyata adalah hadirnya ketenangan dan kedamaian hati. Ketika seseorang membiasakan diri untuk beribadah dengan ikhlas karena Allah, hatinya akan menjadi lebih tenang, lapang, dan mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan lebih bijaksana.

"Kebaikan dari amal saleh tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap perilaku dan kondisi hati. Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan mendidik hati agar lebih peka terhadap kebaikan, lebih sabar, serta lebih mudah bersyukur dalam setiap keadaan," ungkap Nurhayati dalam Dialog Mutiara Pagi RRI, Senin 29 Juni 2026.

Ia juga mengatakan, kebiasaan salat, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah juga dapat melembutkan hati serta membentuk akhlak yang lebih mulia. Seseorang yang menjaga hubungan dengan Allah akan terdorong untuk memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang, menghormati hak orang lain, dan menjauhi sikap sombong maupun egois.

Dalam ajaran Islam, salat juga memiliki fungsi sebagai benteng yang mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Ketika nilai-nilai ibadah benar-benar dihayati, seseorang akan lebih mampu mengendalikan diri sehingga tidak mudah melakukan perbuatan yang merugikan atau menzalimi orang lain.

Oleh karena itu, menjaga konsistensi dalam beribadah, meskipun dimulai dari amalan-amalan kecil, merupakan langkah penting untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Hati yang tenang, akhlak yang mulia, serta perilaku yang senantiasa menghindari kemungkaran, akan membuat kehidupan menjadi lebih berkah dan penuh manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....