DWP Palembang Semarakkan HUT ke-1343 dengan Gerakan Literasi

  • 13 Jun 2026 22:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • BERIAS digelar untuk memperkuat budaya literasi anak dalam rangka HUT Palembang ke-1343
  • DWP Kota Palembang menilai keluarga memiliki peran penting membangun kebiasaan membaca
  • Dinas Pendidikan mendorong literasi menjadi budaya di sekolah dan rumah

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang menggelar kegiatan BERIAS untuk memperkuat budaya literasi anak. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan HUT Kota Palembang ke-1343.

Kegiatan berlangsung di Rumah Aspirasi Tasik, Kamis, 11 Juni 2026. Peserta kegiatan berasal dari SD Negeri 23 dan SD Negeri 167 Palembang.

Program BERIAS atau Bercerita Dengan Suara Keras mengajak anak lebih dekat dengan buku. Kegiatan tersebut juga mendorong peningkatan minat baca sejak usia dini.

Ketua DWP Kota Palembang Ida Royani mengatakan Rumah Aspirasi Tasik menjadi ruang tumbuh berbagai gagasan positif. Salah satu fokusnya ialah penguatan budaya literasi masyarakat.

Ida menjelaskan kegiatan BERIAS memiliki makna yang lebih luas dari sekadar membaca cerita. Program tersebut bertujuan memperkaya imajinasi dan membentuk karakter anak.

"Ketika sebuah buku dibacakan dengan suara lantang dan penuh penghayatan, di situlah keajaiban literasi dimulai," ujarnya. Anak-anak dapat mengenal nilai kehidupan dan memperluas wawasan melalui cerita.

Menurut Ida, tantangan literasi saat ini bukan lagi keterbatasan akses terhadap buku. Paparan gawai dan media sosial membuat kebiasaan membaca semakin berkurang.

Karena itu, peran keluarga dinilai penting dalam membangun budaya membaca. DWP dan Bunda Literasi diharapkan menjadi penggerak utama di lingkungan masyarakat.

"Bunda Literasi adalah obor penggerak budaya membaca, sementara ibu-ibu Dharma Wanita menjadi jangkar dalam keluarga," ujarnya. Kehadiran orang tua dinilai penting mendampingi anak saat membaca.

Ida mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai kebiasaan sehari-hari di rumah. Ia mendorong orang tua meluangkan waktu membacakan cerita kepada anak.

"Luangkan waktu 15 menit setiap hari untuk membacakan cerita kepada anak-anak," ujarnya. Kebiasaan tersebut dinilai mampu membentuk karakter positif sejak dini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang Heru menilai membaca nyaring bermanfaat bagi perkembangan anak. Metode tersebut membantu meningkatkan kemampuan literasi dan membangun karakter.

"Budaya literasi harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar," katanya. Ia berharap gerakan literasi terus berkembang di sekolah maupun lingkungan keluarga.

Heru menegaskan literasi menjadi investasi penting bagi masa depan generasi muda. Pemerintah ingin anak-anak Palembang tumbuh cerdas, berkarakter, dan mencintai buku.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....