UMKM Kemplang Rumahan Pakjo Satu Dekade Lestarikan Kuliner Khas Palembang

  • 28 Jun 2026 11:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • UMKM kemplang rumahan di Pakjo, Palembang, mampu memproduksi sedikitnya 3.000 keping kemplang mentah setiap hari dan telah beroperasi lebih dari 10 tahun.
  • Produk kemplang dipasarkan di Palembang serta didistribusikan ke sejumlah daerah di Sumatera Selatan, dengan jumlah pemanggangan menyesuaikan permintaan pasar.
  • Pelaku usaha berkomitmen menjaga kualitas produk agar kemplang khas Palembang tetap diminati dan semakin dikenal di berbagai daerah.

RRI.CO.ID, Palembang - UMKM kemplang rumahan di Jalan Lebak Harapan, Gang Mandiri, kawasan Pakjo, Palembang, terus mempertahankan produksi kemplang sebagai salah satu kuliner khas Palembang. Usaha yang telah berdiri lebih dari 10 tahun ini menjadi salah satu pelaku usaha yang konsisten menjaga cita rasa makanan tradisional daerah.

Pemilik usaha, Iin, mengatakan, setiap hari pihaknya mampu memproduksi sedikitnya 3.000 keping kemplang mentah. Produksi tersebut dilakukan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik di dalam maupun luar Kota Palembang.

Menurut Iin, hasil produksi tidak hanya dipasarkan di Palembang tetapi juga didistribusikan ke sejumlah daerah di Sumatera Selatan, seperti Banyuasin dan wilayah lainnya. Untuk pengiriman dalam jumlah besar, terutama kemplang berukuran besar, digunakan kendaraan roda empat.

"Kalau produksi kemplang mentah setiap hari minimal sekitar tiga ribu keping. Penjualannya bukan hanya di Palembang tapi juga dikirim ke beberapa daerah di luar kota," ujar Iin. Sabtu 27 Juni 2026.

Sementara itu, pekerja bagian pemanggangan, Subaidah menjelaskan jumlah kemplang yang dipanggang setiap hari bergantung pada permintaan pasar. Dalam sehari, hasil pemanggangan dapat mencapai lebih dari 100 kantong untuk ukuran kecil hingga sedang ketika pesanan meningkat.

"Kalau yang dipanggang setiap hari tidak menentu, tergantung pesanan. Kadang hasilnya bisa lebih dari seratus kantong untuk ukuran kecil sampai sedang," kata Subaidah. Kemplang tersebut dijual dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per bungkus, bergantung pada ukuran dan jumlah isi.

Jasa pemanggangan sekitar Rp6 ribu untuk setiap 100 keping dengan sistem pembayaran mingguan. Iin berharap usaha rumahan yang dikelolanya dapat terus mempertahankan kualitas produk sehingga kemplang khas Palembang tetap diminati masyarakat dan semakin dikenal di berbagai daerah.

Penulis: Wulan Permata Sari Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....