Bupati OKI Muchendi Dorong Rumah Adat OKI Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat
- 25 Jun 2026 21:34 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bupati OKI Muchendi Mahzareki mendorong Rumah Adat OKI di Anjungan Sumsel dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat, promosi budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
- Dalam Festival Seni Adat dan Tradisi Sumsel 2026, OKI menampilkan berbagai kekayaan budaya berupa seni pertunjukan, kuliner tradisional, wastra, dan kerajinan khas daerah.
- Pemerintah daerah, Dekranasda Sumsel, dan Gubernur Sumsel menekankan pentingnya menghidupkan fungsi anjungan sebagai ruang pelestarian budaya, promosi UMKM, dan penguatan identitas daerah secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Palembang - Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki mendorong Rumah Adat OKI di kawasan Anjungan Kabupaten/Kota Sumatera Selatan, Jakabaring, Palembang, dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan masyarakat, ruang promosi budaya dan wadah pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Muchendi saat menghadiri Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 yang berlangsung di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Palembang, pada 24 hingga 25 Juni 2026.
Menurut Muchendi, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya atau representasi daerah tetapi juga harus menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tak hanya itu, anjungan diharapkan menjadi ruang promosi produk UMKM serta wadah silaturahmi masyarakat OKI yang berada di berbagai daerah.
| Baca juga: Ombudsman Dorong Perlindungan Data Pelapor |
Ia menilai optimalisasi Rumah Adat OKI sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas ruang pelestarian budaya di tengah masyarakat. Selain menjadi representasi daerah, anjungan juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya.
“Rumah Adat OKI harus menjadi rumah bersama. Tempat masyarakat berkumpul, melestarikan budaya, mempromosikan produk daerah, sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan sebagai warga OKI,” ujar Muchendi, Rabu 24 Juni 2026.
Festival yang diikuti 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali fungsi anjungan sebagai etalase budaya daerah yang aktif dan produktif.
Kabupaten OKI menampilkan berbagai kekayaan budaya mulai dari seni pertunjukan, kuliner tradisional, wastra hingga kerajinan khas daerah yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Di Anjungan OKI, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner tradisional seperti gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang dan pempek hitam. Selain itu, dipamerkan pula Songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang serta anyaman purun Pedamaran yang mencerminkan budaya masyarakat sungai dan rawa.
Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru yang mengunjungi Anjungan OKI mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menampilkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal. Menurutnya, anjungan memiliki peran strategis sebagai ruang representasi budaya daerah.
“Anjungan merupakan etalase budaya Sumatera Selatan yang memperlihatkan keragaman tradisi dari 17 kabupaten dan kota. Kehadirannya menjadi ruang representasi yang memudahkan masyarakat maupun tamu dari luar daerah mengenal wajah kebudayaan Sumatera Selatan tanpa harus mengunjungi seluruh wilayah secara langsung,” kata Feby.
Gagasan menghidupkan kembali fungsi anjungan juga sejalan dengan arahan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota mengoptimalkan pemanfaatan anjungan sebagai pusat kegiatan budaya sekaligus kantor penghubung daerah.
"Seluruh pemerintah kabupaten dan kota mengoptimalkan pemanfaatan anjungan sebagai pusat kegiatan budaya sekaligus kantor penghubung daerah," tutur Herman Deru.
Menurut Herman Deru, pelestarian budaya tidak boleh bergantung pada pergantian kepemimpinan, melainkan harus menjadi komitmen bersama yang terus dijaga melalui berbagai aktivitas budaya, sosial, dan ekonomi yang melibatkan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....