Literasi Digital Jadi Tantangan di Tengah Pesatnya Media Sosial
- 22 Jun 2026 09:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Media sosial memiliki kecepatan penyebaran informasi yang jauh lebih tinggi dibanding media konvensional
- Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan literasi digital dan menangkal hoaks di era AI
- Media sosial memberikan manfaat besar, mulai dari penyebaran informasi hingga penggalangan bantuan kemanusiaan
RRI.CO.ID, Palembang - Pesatnya perkembangan media sosial menghadirkan manfaat sekaligus tantangan bagi masyarakat. Pemerintah kini dituntut memperkuat literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan media sosial secara bijak.
Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Sumsel, Septriandi, menyampaikan hal itu dalam Dialog Palembang Menyapa di RRI Palembang pada Senin, 10 Juni 2026. Menurutnya, media sosial memiliki karakteristik berbeda dengan media konvensional.
Ia mengatakan media massa telah memiliki regulasi dan pedoman yang jelas dalam penyampaian informasi. Sementara itu, media sosial berkembang dengan pola yang lebih terbuka dan dinamis.
"Media konvensional sudah memiliki aturan yang menjadi pagar dalam penyampaian informasi," ujarnya. Ia menilai media sosial belum memiliki mekanisme yang sepenuhnya setara dengan media massa.
Meski demikian, Septriandi mengakui media sosial memiliki keunggulan dalam kecepatan penyebaran informasi. Informasi dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah dalam waktu singkat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah terus meningkatkan edukasi digital kepada masyarakat. Literasi digital diperlukan agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar.
Septriandi menegaskan masyarakat harus memiliki kemampuan mengenali informasi yang menyesatkan. Kemampuan tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks di ruang digital.
"Tugas pemerintah bukan hanya memanfaatkan kecepatan penyampaian informasi melalui media sosial," katanya. Ia mengatakan pemerintah juga berkewajiban meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bermedia digital.
Tantangan literasi digital semakin besar seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Teknologi tersebut memungkinkan pembuatan gambar, suara, dan video yang menyerupai kondisi asli.
Menurut Septriandi, masyarakat kini semakin sulit membedakan konten asli dan hasil rekayasa digital. Kondisi tersebut membutuhkan sikap kritis dalam menerima informasi yang beredar.
"Sekarang sangat sulit mengetahui apakah suatu informasi benar atau tidak," ujarnya. Ia mengatakan teknologi saat ini mampu meniru suara maupun wajah dengan tingkat kemiripan tinggi.
Di sisi lain, media sosial juga memberikan manfaat besar apabila digunakan secara positif. Platform digital tersebut mampu mempercepat penyebaran informasi dan penggalangan bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Septriandi menilai media sosial telah mengubah kecepatan masyarakat memperoleh informasi penting. Karena itu, masyarakat perlu memanfaatkan media sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....