BPBD Banyuasin Gelar Apel Siaga Karhutla 2026

  • 19 Jun 2026 16:29 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September. Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut setelah Bupati Banyuasin menetapkan status siaga karhutla melalui keputusan yang diterbitkan pada akhir Mei 2026 lalu.

Apel siaga dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, mengatakan apel siaga merupakan bagian penting dari rangkaian mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah daerah menjelang puncak musim kemarau.

"Apel ini menjadi tolok ukur kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi karhutla di Banyuasin," ujar Reza, di Pangkalan Balai, Rabu, 17 Juni 2026.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Banyuasin menggandeng TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta Desa Peduli Api. Sinergi lintas sektor tersebut disiapkan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, pemerintah daerah juga menyiapkan empat posko terpadu yang akan ditempatkan di wilayah rawan karhutla, yakni Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Pulau Rimau, dan sebagian Kecamatan Talang Kelapa. Posko-posko tersebut direncanakan mulai aktif pada Juli hingga September 2026.

Setiap posko akan diisi sekitar 10 personel gabungan dari berbagai unsur. Keberadaan posko diharapkan mampu mempercepat pemantauan wilayah, pelaporan kejadian, hingga pelaksanaan penanganan awal apabila ditemukan titik kebakaran.

Selain menyiapkan personel, BPBD Banyuasin juga memastikan kesiapan sarana pendukung, termasuk peralatan pemadaman dan armada distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak musim kemarau. Kesiapan logistik menjadi bagian penting dalam mendukung operasi di lapangan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran," kata Reza.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap Apel Siaga Karhutla 2026 dapat memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi musim kemarau. Melalui kesiapsiagaan yang terencana, risiko kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....