Songket dan Wastra Tradisional Didorong menjadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • 15 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Palembang mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui Festival Palembang Berdaya, Palembang Berbudaya yang digelar dalam rangka HUT Kota Palembang ke-1343.
  • Festival menghadirkan lomba fesyen wastra yang diikuti 18 kecamatan serta peluncuran katalog songket sebagai upaya mempromosikan dan melestarikan kekayaan tekstil tradisional khas Palembang.
  • Pemkot Palembang menilai songket dan wastra tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan promosi budaya Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui penyelenggaraan Festival Palembang Berdaya, Palembang Berbudaya. Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah promosi wastra dan kain tradisional khas Palembang.

Dalam festival yang digelar bertepatan dengan HUT Kota Palembang ke-1343 itu, pemerintah menghadirkan lomba fasion wastra Palembang yang diikuti oleh 18 kecamatan di Kota Palembang dan peluncuran katalog songket sebagai upaya memperkenalkan kekayaan tekstil daerah kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim mengatakan songket dan berbagai produk tekstil tradisional Palembang memiliki nilai budaya yang tinggi sekaligus potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan.

Menurut Aprizal, warisan budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu tetapi harus mampu menjadi sumber inspirasi dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Melalui fasion wastra ini, songket dan kekayaan tekstil khas Palembang tidak hanya menjadi kebanggaan budaya tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aprizal. Senin 15 Juni 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin mengungkapkan bahwa peluncuran katalog songket dilakukan untuk mendokumentasikan berbagai motif khas Palembang. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya tak benda.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan pembangunan. Pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif harus berjalan beriringan demi kemajuan Kota Palembang,” kata Sulaiman.

Selain itu, pemerintah melibatkan komunitas seni budaya, pelaku ekonomi kreatif serta berbagai lembaga pendidikan dalam rangkaian kegiatan festival. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas promosi budaya Palembang ke tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....