BMKG: El Nino Aktif, Risiko Kekeringan Mulai Diwaspadai

  • 05 Jun 2026 13:21 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Fenomena El Nino yang kembali aktif memperkuat musim kemarau di Sumatera Selatan dan menyebabkan peluang hujan semakin rendah. Kondisi tersebut membuat cuaca panas terasa lebih dominan di berbagai wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang memprakirakan cuaca dalam sepekan ke depan didominasi kondisi cerah hingga berawan. Sejumlah faktor atmosfer turut mendukung terbentuknya kondisi kering di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan.

Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkuat oleh aktifnya monsun Australia. Massa udara kering yang dibawa dari wilayah selatan turut mengurangi potensi pembentukan awan hujan.

Selain pengaruh monsun Australia, gelombang ekuatorial yang biasanya membantu pembentukan awan hujan saat ini terpantau tidak aktif. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan konvektif berkurang sehingga peluang hujan semakin kecil.

“Musim kemarau tahun ini diperkuat oleh aktifnya El Nino yang saat ini berada pada fase lemah menuju sedang,” katanya di Palembang, Rabu, 4 Juni 2026.

Menurut BMKG, minimnya tutupan awan membuat intensitas penyinaran matahari yang mencapai permukaan bumi menjadi lebih maksimal. Dampaknya, suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dibandingkan kondisi normal.

Data BMKG menunjukkan suhu maksimum di Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir berkisar antara 33 hingga 34 derajat Celsius. Meski masih berada dalam rentang normal klimatologis, kondisi terasa lebih terik karena kelembapan udara yang menurun.

Sinta menjelaskan pengaruh El Nino juga berdampak terhadap curah hujan selama musim kemarau. Curah hujan tahun ini diperkirakan berada di bawah kondisi normal yang biasa terjadi.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Sejumlah wilayah juga berisiko mengalami gangguan ketersediaan air apabila curah hujan terus menurun.

“Curah hujan pada musim kemarau tahun ini diprakirakan lebih rendah sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya,” ujarnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat saat musim kemarau. Risiko tersebut terutama mengancam kawasan yang memiliki lahan gambut dan vegetasi kering.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan. Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh dan penggunaan pelindung diri menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak cuaca panas.

BMKG juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul selama musim kemarau berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....