Memaknai Pancasila lewat Tindakan Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 01 Jun 2026 06:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kemandirian, musyawarah, dan kepedulian sosial merupakan bentuk sederhana pengamalan nilai-nilai Pancasila.
  • Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafal atau dijadikan simbol.
  • BPIP mendorong penguatan nilai lokal dan budaya musyawarah untuk menanamkan Pancasila kepada generasi muda.

RRI.CO.ID, Palembang – Nilai-nilai Pancasila dinilai tidak cukup hanya dipahami sebagai hafalan atau simbol semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Direktur Pengkajian Materi PIP Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Irene Camelyn Sinaga, mengatakan bahwa masyarakat perlu melakukan refleksi diri terkait sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh sederhana yang dapat dilakukan adalah menanam tanaman di lingkungan rumah sebagai bentuk kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Prinsip kebangsaan dalam sila Persatuan Indonesia bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana, salah satunya menanam. Dari sana tumbuh kemandirian masyarakat, baik secara budaya, politik, maupun ekonomi,” ungkap Irene dalam Dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menilai selama ini Pancasila sering kali hanya dikaitkan dengan toleransi antarumat beragama, padahal implementasinya jauh lebih luas, termasuk dalam kehidupan sosial masyarakat. Irene mengajak masyarakat untuk mempertanyakan apakah ruang-ruang sosial yang ada saat ini masih mampu mendorong musyawarah dan partisipasi warga dalam lingkungan tempat tinggalnya.

Menurutnya, keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti di tingkat RT dan RW merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai demokrasi Pancasila. Selain itu, rasa empati terhadap kondisi sekitar juga menjadi bagian penting dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan kita. Pancasila adalah perilaku dan tindakan kita sehari-hari,” katanya.

Terkait upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alpha, Irene menilai kelompok tersebut sebenarnya memiliki akses pengetahuan yang luas di era globalisasi saat ini. Namun, diperlukan penguatan pemahaman mengenai akar pemikiran demokrasi Pancasila yang berbeda dengan demokrasi liberal yang cenderung individualistis.

Ia juga menjelaskan BPIP terus melakukan sosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila. Selain itu, BPIP juga aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait pendidikan untuk mendorong penguatan nilai-nilai lokal dalam proses pembelajaran.

Menurut Irene, berbagai daerah di Indonesia masih memiliki tradisi musyawarah dan kekerabatan yang kuat, seperti di Sumatera Selatan maupun Sumatera Barat. Nilai-nilai tersebut dinilai perlu lebih banyak diangkat dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa.

“Kekayaan lokal yang dimiliki setiap daerah harus terus diperkuat karena di dalamnya terdapat nilai-nilai musyawarah. Nilai gotong royong, dan kebersamaan yang sejalan dengan Pancasila,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....