Fasilitas Difabel di Palembang Dinilai Belum Ramah, Trotoar Banyak Terhalang
- 31 Mei 2026 22:13 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kondisi fasilitas publik bagi penyandang difabel di Kota Palembang dinilai masih jauh dari memadai. Di sejumlah ruas jalan, trotoar yang seharusnya menjadi jalur aman bagi pejalan kaki justru dipenuhi lapak pedagang dan berbagai hambatan lain yang menutup akses bagi pengguna.
Situasi ini mendapat sorotan dari Pengamat Kebijakan Publik Sumatera Selatan, Permana. Ia menilai lemahnya penerapan aturan yang melindungi hak penyandang difabel di ruang publik telah menciptakan risiko keselamatan yang nyata.
“Kita lihat saja, banyak pedagang seperti tambal ban dan penjual minyak eceran yang menutup jalur difabel di trotoar jalan. Ini sangat membahayakan dan mengkhawatirkan keselamatan mereka,” kata Permana saat dikonfirmasi RRI, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurutnya, perhatian terhadap pembangunan kota seharusnya berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas yang inklusif. Namun hingga kini, aksesibilitas bagi penyandang difabel masih kerap berada di pinggir prioritas.
Ia menilai trotoar bukan sekadar pelengkap infrastruktur kota, tetapi bagian dari hak dasar warga untuk bergerak aman dan mandiri di ruang publik. Ketika jalur itu tertutup, penyandang difabel terpaksa turun ke badan jalan dan menghadapi risiko yang jauh lebih besar.
“Seharusnya Wali Kota Palembang memikirkan nasib pejalan kaki kaum ini. Jangan sampai ketika sudah ada korban atau viral baru sibuk dibenahi,” ujarnya.
Pantauan RRI di lapangan menunjukkan kondisi tersebut bukan persoalan baru. Di beberapa titik di Palembang, trotoar dipenuhi pedagang kaki lima dan aktivitas usaha informal yang memakan ruang pejalan kaki. Sebagian bahkan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan yang terlihat signifikan.
Permana menyayangkan belum adanya tindakan tegas dari petugas terkait meski persoalan ini sudah lama dikeluhkan masyarakat.
“Saya sangat prihatin dan menyayangkan hal ini. Ini juga sudah lama terjadi. Pertanyaannya, di mana petugasnya?” katanya.
Sorotan terhadap fasilitas difabel di Palembang kembali mengingatkan pentingnya penataan ruang publik yang lebih ramah bagi semua warga. Bagi penyandang difabel, trotoar bukan sekadar jalur pedestrian, melainkan akses menuju aktivitas sehari-hari yang aman, setara, dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....