BBPJN Sumsel Kebut Perbaikan Fungsional Jalan Jenderal Sudirman
- 22 Mei 2026 13:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kerusakan Jalan Sudirman dipicu kebocoran pipa utama PDAM berusia tua.
- Pipa distribusi air diperkirakan berasal dari tahun 1952.
- Kebocoran menyebabkan jalan amblas, bergelombang, hingga merusak pondasi jalan.
- BBPJN dan PDAM menargetkan pengaspalan ulang selesai setelah seluruh titik bocor diperbaiki.
RRI.CO.ID, Palembang - Kerusakan badan jalan hingga bahu jalan di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, mulai kawasan depan Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) hingga Markas Kodam II/Sriwijaya, dipastikan akibat kebocoran pipa utama milik PDAM yang sudah berusia puluhan tahun.
Kerusakan tersebut tidak hanya menyebabkan permukaan jalan berlubang dan bergelombang, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur utama Kota Palembang. Saat ini, penanganan masih dilakukan secara bertahap oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan bersama PDAM.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 PJN III Sumsel, Marisa Fransisca Sitompul, meminta maaf kepada masyarakat atas terganggunya kenyamanan pengguna jalan akibat kerusakan tersebut.
“Kami mohon maaf kepada para pengguna jalan karena terjadi kerusakan badan jalan sampai bahu jalan di ruang milik jalan kami, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman mulai depan RSMH hingga depan Kodam,” ujar Marisa, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut dia, terdapat dua titik utama kebocoran pipa yang menyebabkan genangan air dan kerusakan jalan. Titik pertama berada di kawasan depan Kondang yang sudah mulai terdeteksi sejak Desember 2025. Namun, lokasi kebocoran baru berhasil ditemukan setelah dilakukan pembongkaran lebih lanjut.
“Baru tadi (Rabu, 20 Mei) malam ditemukan satu titik kebocoran di depan kantor Kodam yang diduga menjadi penyebab banjir dan rembesan air hingga ke seberang jalan,” katanya.
Sementara itu, titik kebocoran lain berada di depan RSMH. Lokasi ini sempat viral di media sosial setelah jalan amblas dan membentuk lubang besar yang membahayakan pengendara.
Saat dilakukan pembongkaran, petugas menemukan kondisi pipa yang sudah sangat rapuh dan berkarat. Bahkan, bagian pipa yang rusak disebut hancur ketika terkena tekanan air.
“Pipanya sudah sangat tua, kondisinya seperti kerupuk. Saat mendapat tekanan air langsung pecah. Itu sudah diperbaiki PDAM sekitar empat sampai lima meter,” ujar Marisa.
Meski perbaikan awal telah dilakukan, rembesan air masih ditemukan di sepanjang kawasan depan Jakarta Motor hingga K24. Kondisi itu menandakan masih ada titik kebocoran lain yang belum terdeteksi.
Marisa menyebut pipa tersebut diperkirakan berasal dari tahun 1952 dan merupakan jalur utama distribusi air milik PDAM. Usia pipa yang sudah tua menjadi penyebab utama kebocoran terus berulang.
“Indikasinya masih ada penambahan titik bocor karena umur pipa sudah sangat tua dan kondisinya memang memprihatinkan,” katanya.
Tekanan air yang tinggi membuat kerusakan tidak hanya terjadi pada lapisan aspal, tetapi juga merusak pondasi jalan di bawahnya. Akibatnya, permukaan jalan menjadi bergelombang dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
“Lapisan bawah tanah dan pondasi jalan kami rusak karena tekanan air sangat tinggi dan menyebar ke berbagai sisi,” ujarnya.

Saat ini BBPJN Sumsel bersama PDAM masih melakukan penanganan sementara berupa penutupan lubang dan pengamanan area jalan. Sejumlah lampu peringatan dan rambu tambahan dipasang agar pengendara lebih waspada saat melintas.
Setelah seluruh titik kebocoran ditemukan dan diperbaiki, pemerintah akan melakukan pengaspalan ulang di dua segmen utama, yakni depan RSMH hingga K24 serta kawasan depan Kodam II/Sriwijaya.
“Nanti akan dilakukan pengaspalan ulang, khususnya di dua segmen, yakni depan RSMH sampai K24 dan kawasan depan Kodam. Targetnya kondisi jalan dikembalikan seperti semula,” kata Marisa.
Ia menambahkan, koordinasi intensif masih terus dilakukan dengan PDAM, termasuk membahas kemungkinan penggantian jaringan pipa lama dengan jalur baru agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap kebocoran segera selesai sehingga penutupan jalan fungsional bisa segera dilakukan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa ditutup,” ujarnya.
Marisa juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan Jalan Sudirman karena kondisi jalan masih bergelombang dan berpotensi membahayakan pengendara.
“Kami mengimbau pengguna jalan selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu, dan tetap waspada saat melintas di lokasi kerusakan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....