Harkitnas 2026 Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Digital
- 23 Mei 2026 21:36 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemkot Palembang memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Halaman Setda
- Literasi digital dan perlindungan generasi muda menjadi fokus utama Harkitnas
- Pemerintah menegaskan penguatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang menegaskan pentingnya menjaga generasi muda dan memperkuat literasi digital pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara di Halaman Setda Kota Palembang, Rabu, 20 Mei 2026.
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim yang membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Dalam amanat tersebut ditegaskan kebangkitan nasional bermula dari lahirnya Boedi Oetomo pada 1908. Momentum itu dinilai menjadi tonggak kesadaran persatuan dan perjuangan intelektual bangsa Indonesia.
Aprizal mengatakan semangat kebangkitan nasional tetap relevan menghadapi tantangan zaman modern. Menurutnya, tantangan bangsa kini tidak lagi sebatas kedaulatan fisik, tetapi juga menyangkut informasi dan transformasi digital.
“Semangat kebangkitan harus terus dijaga melalui penguatan sumber daya manusia dan literasi digital,” ujarnya. Ia menilai generasi muda menjadi fondasi utama menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.
Dalam amanat tersebut, pemerintah juga menyoroti sejumlah program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis yang telah diterapkan di sekolah-sekolah.
Program tersebut disebut mendukung pertumbuhan dan kualitas generasi masa depan Indonesia. Selain itu, pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan sekolah afirmasi dan pemberian beasiswa.
Di sektor kesehatan, pemerintah memperluas layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Penguatan ekonomi kerakyatan juga dilakukan melalui pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
Aprizal menjelaskan pemerintah turut memberi perhatian serius terhadap perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP TUNAS diterapkan untuk membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
“Aturan ini bertujuan menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak,” katanya. Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu memperkuat perlindungan generasi muda dari dampak negatif dunia digital.
Peringatan Harkitnas 2026 juga menjadi ajakan memperkuat persatuan dan kesadaran kolektif masyarakat. Semangat kebangkitan nasional diharapkan terus mendorong pembangunan Indonesia yang berdaulat dan maju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....