Sumsel Genjot Tanam Serentak Hadapi El Nino

  • 21 Mei 2026 19:28 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mengantisipasi dampak El Nino dengan menggelar Gerakan Tanam (Gertam) serentak guna menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produksi padi di daerah.

Gerakan tersebut dicanangkan langsung Gubernur Sumsel Herman Deru di lokasi cetak sawah Desa Cahaya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa, 19 Mei 2026.

Herman Deru mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga posisi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Menurutnya, fenomena El Nino tahun ini justru harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan luas tanam, terutama di wilayah yang memiliki potensi air dan lahan luas.

"Gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan episentrum terpupuknya semangat kita bersama. Musim menjelang kemarau ini adalah berkah. Kita berani menanam karena OKI memiliki keunggulan lahan yang luas, subur, dan potensi air yang melimpah berkat aliran Irigasi Komering yang sampai ke sini," ujar Herman Deru.

Ia optimistis target produksi 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan seluruh pihak terkait.

Menurut Herman Deru, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kedisiplinan petani dalam mengikuti arahan penyuluh, mulai dari pengelolaan pupuk, irigasi, hingga menjaga kualitas produksi.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan literasi kewirausahaan petani melalui Program Peningkatan Entrepreneur Petani (P2EP).

"Saya ingin gerakan ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota dan diikuti oleh petani lainnya. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi," tegasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari jajaran TNI. Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan pihaknya siap mengawal program ketahanan pangan pemerintah di Sumsel.

"Saat ini kami telah melakukan identifikasi lahan yang rawan kekeringan, mendistribusikan kebutuhan lahan, serta melakukan monitoring dan evaluasi setiap hari agar program cetak sawah berjalan sesuai rencana," jelasnya.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi mengatakan wilayahnya memiliki potensi besar dalam mendukung target produksi pangan Sumsel karena memiliki luas baku sawah mencapai 105.436 hektare.

Menurutnya, sekitar 30 persen lahan di OKI berupa rawa lebak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akibat genangan air.

"Kondisi El Nino dan kemarau justru membuka peluang emas bagi kita untuk meningkatkan luas tanam di lahan rawa lebak tersebut," ungkap Muchendi.

Untuk musim tanam 2025–2026, Kabupaten OKI menargetkan luas tanam mencapai 158.781 hektare dan diharapkan menjadi salah satu kontributor utama target produksi 5 juta ton GKG Sumsel.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan simbolis berupa pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....