Tebing Bulang Raih Penghargaan BP3MI Sumsel Terkait Pekerja Migran
- 18 Mei 2026 14:43 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Desa Tebing Bulang di Musi Banyuasin meraih piagam penghargaan bergengsi dari BP3MI Sumatera Selatan.
- Pembentukan Desa Migran Emas menjadi langkah konkret Muba memutus mata rantai penempatan pekerja migran ilegal.
RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Desa Tebing Bulang di Kecamatan Sungai Keruh mendahului wilayah lain dalam mencetak prestasi pelindungan tenaga kerja luar negeri. BP3MI Sumatera Selatan memberikan piagam penghargaan bergengsi kepada desa binaan Disnakertrans Muba tersebut.
Kepala BP3MI Sumsel Waydinsyah menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Kepala Desa Tebing Bulang, Arisandi, pada Senin, 18 Mei 2026. Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, mendampingi prosesi penyerahan momentum penting tersebut secara langsung.
Seluruh kepala dinas tenaga kerja kabupaten/kota se-Sumatera Selatan menyaksikan acara pemberian apresiasi tersebut. Forum resmi ini mengesahkan komitmen nyata pihak desa dalam membentuk Desa Migran Aman dan Sejahtera.
Pemerintah daerah mengapresiasi tinggi kepedulian tingkat desa dalam memberikan perlindungan hulu bagi warga negara. "Desa Tebing Bulang menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan desa," ujar Waydinsyah pada Senin, 18 Mei 2026.
Otoritas terkait memastikan proses migrasi tenaga kerja berjalan secara aman, legal, dan sesuai prosedur. Program strategis ini meminimalkan risiko penempatan nonprosedural sekaligus memaksimalkan potensi kesejahteraan pekerja migran.
Herryandi Sinulingga turut menyampaikan ucapan selamat atas kinerja solid jajaran aparat di tingkat akar rumput. Pihak dinas memuji kerja keras kepala desa beserta seluruh perangkat dan Badan Permusyawaratan Desa.
Disnakertrans Muba menganggap pembentukan Desa Migran Emas sebagai langkah krusial untuk mengamankan hak pekerja. Petugas lapangan mendata, memetakan, dan melindungi warga lokal yang mengadu nasib di luar negeri.
Pemerintah kabupaten akan mendorong wilayah-wilayah lain di Muba untuk segera mereplikasi program serupa. Kebijakan ini menyasar desa-desa mandiri yang memiliki banyak warga binaan di perantauan internasional.
Pemerintah daerah juga berkomitmen penuh menutup segala celah pemberangkatan tenaga kerja ilegal demi keselamatan warga. Instansi terkait menyempurnakan batasan perlindungan dan mengintegrasikan data ketenagakerjaan dengan sistem pusat.
"Kita ingin pekerja migran asal Muba berangkat dengan aman dan pulang dengan sejahtera," tegas Herryandi Sinulingga pada Senin, 18 Mei 2026. Langkah integratif ini memperkuat komitmen ketenagakerjaan daerah di bawah semangat pembangunan Muba Maju Lebih Cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....