Galeri Dekranasda OKI Jadi Etalase Wastra dan Kriya Lokal

  • 13 Mei 2026 10:47 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI - Deretan kain songket dengan warna-warna hangat tergantung rapi di dalam ruangan Galeri Dekranasda dan Warung PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Anyaman purun khas Pedamaran tampil dalam bentuk tas modern, wadah dekoratif, hingga perlengkapan rumah tangga bernilai seni.

Di sudut lain, gerabah khas Kayuagung dipajang sebagai hiasan elegan dengan sentuhan tradisional yang tetap terasa kuat. Suasana tersebut kini dapat ditemui di galeri yang resmi diluncurkan Ketua TP PKK Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, di Kayuagung, OKI, Selasa, 12 Mei 2026.

Hadirnya galeri tersebut menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan wastra dan kriya khas OKI dalam tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Ketua Dekranasda OKI, Ike Muchendi, mengatakan galeri itu dihadirkan sebagai wadah representatif bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari produk fesyen, kriya kreatif, hingga kuliner khas daerah.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Melalui galeri ini, kami ingin memberi ruang agar para perajin bisa terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujar Ike.

Menurutnya, keberadaan galeri tidak sekadar menjadi tempat memajang produk, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya melalui karya-karya kreatif masyarakat.

Di dalam galeri, pengunjung dapat menemukan beragam produk unggulan khas OKI, seperti Batik Biduk Kajang Sehaluan dengan motif yang terinspirasi budaya sungai masyarakat setempat. Ada pula kain songket Bidak Cukit yang dikreasikan menjadi gaun dan produk fesyen modern.

Produk olahan purun khas Pedamaran juga menjadi salah satu daya tarik utama. Di tangan para perajin, tanaman rawa tersebut diolah menjadi tas, sandal, dompet, hingga dekorasi rumah dengan tampilan yang lebih kekinian.

Selain itu, gerabah khas Kayuagung tampil lebih artistik sebagai elemen dekorasi bernilai tinggi. Sementara kriya kayu berbentuk perahu kajang menghadirkan sentuhan budaya pesisir dan sungai yang lekat dengan kehidupan masyarakat OKI.

Keindahan hasil karya para perajin itu turut menarik perhatian Feby Deru. Ia tampak beberapa kali berhenti untuk mengamati detail anyaman dan produk fesyen yang dipamerkan.

“Semua produknya sangat menarik dan rapi. Ini membuktikan kreativitas masyarakat OKI luar biasa,” ujar Feby.

Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para perajin mengenai proses produksi hingga tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.

“Dalam sehari bisa menghasilkan berapa anyaman, Bu? Hasilnya bagus-bagus sekali,” katanya sambil memberi semangat kepada para perajin.

Menurut Feby, produk UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang apabila diiringi peningkatan desain, kualitas, dan akses pasar.

“Tugas kami membantu dari hulu hingga hilir. Desain harus semakin menarik, kualitas dijaga, dan pasar diperluas,” ujarnya.

Bupati OKI, Muchendi, menilai kehadiran Galeri Dekranasda menjadi langkah penting untuk mendekatkan produk UMKM dengan masyarakat. Menurut dia, lokasi yang representatif dan mudah dijangkau membuat masyarakat dapat mengenal produk lokal dalam suasana yang lebih akrab dan santai.

“Galeri ini bukan hanya tempat memamerkan produk, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Kita ingin produk lokal OKI semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Muchendi.

Keberadaan Galeri Dekranasda OKI di ruang publik juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kekayaan kriya dan wastra daerah tanpa harus menunggu pameran atau agenda khusus. Galeri tersebut diharapkan menjadi ruang promosi budaya lokal melalui karya-karya kreatif masyarakat OKI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....