Sumsel Siapkan Pendataan 2,8 Juta Rumah Tangga pada Sensus Ekonomi 2026
- 12 Mei 2026 21:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemprov Sumsel mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
- Lebih dari 2,8 juta rumah tangga akan didata secara door to door
- Pendataan dimulai Juni 2026 dan ditargetkan selesai Agustus 2026
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan mendata lebih dari 2,8 juta rumah tangga di seluruh wilayah Sumsel. Pendataan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat akurasi data pembangunan daerah dan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Camat dan Launching Sumatera Selatan Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Griya Agung, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sumsel, serta jajaran Badan Pusat Statistik.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan sensus ekonomi memiliki peran penting dalam menyediakan data yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Menurutnya, kualitas data akan sangat menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
“Data yang tepat akan menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” ujar Herman Deru. Ia menjelaskan sensus dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup data pekerjaan, pelaku usaha, penghasilan, hingga pola pengeluaran masyarakat.
Herman Deru menegaskan sensus berbeda dengan survei karena tidak memiliki margin of error sehingga tingkat akurasi harus benar-benar dijaga. Sebanyak 2.887.000 lebih rumah tangga di Sumsel akan didatangi langsung oleh petugas untuk dilakukan pendataan secara door to door.
Ia juga meminta para camat aktif memantau dan memfasilitasi pelaksanaan sensus di wilayah masing-masing. Menurutnya, camat memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintahan sekaligus penghubung pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan.
Selain itu, masyarakat diimbau terbuka dalam memberikan data yang valid kepada petugas sensus. Pemerintah menilai validitas data menjadi faktor utama agar kebijakan pembangunan daerah dapat disusun secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Di Sumatera Selatan terdapat 3.259 desa dan kelurahan yang akan dikoordinasikan oleh 241 camat selama pelaksanaan sensus ekonomi. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, aparat wilayah, dan masyarakat agar proses pendataan berjalan optimal.
Sementara itu, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh Edy Mahmud, mengapresiasi langkah Pemprov Sumsel yang menjadi daerah pertama membentuk tim terpadu sensus ekonomi. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi model kolaborasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Pendataan sensus ekonomi mulai berlangsung sejak Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026,” kata Edy Mahmud. Ia menambahkan petugas lapangan akan mulai melakukan pendataan rumah tangga, UMKM, pedagang kaki lima, hingga perusahaan besar mulai 15 Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....