Polda Sumsel Saring Calon Taruna Bebas Radikalisme

  • 12 Mei 2026 07:20 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan memperketat proses seleksi calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 melalui tes Computer Assisted Test (CAT) Asesmen Mental Ideologi (AMI) dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK). Tahapan ini difokuskan untuk menyaring calon perwira Polri yang memiliki integritas, loyalitas kebangsaan, serta karakter yang kuat.

Pelaksanaan tes digelar di SMKN 2 Palembang dan Ruang Assessment Lantai II Biro SDM Polda Sumsel, Senin, 11 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB. Seluruh proses diawasi ketat guna memastikan objektivitas dan transparansi seleksi.

Seleksi tersebut menjadi bagian dari implementasi program transformasi sumber daya manusia Polri Presisi yang digagas Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Fokus utama asesmen adalah memastikan calon Taruna Akpol memiliki loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, setia pada Pancasila dan UUD 1945, serta memiliki mental dan kepribadian yang sehat.

Pelaksanaan seleksi dipantau langsung Kepala Biro SDM Polda Sumsel Sudrajad Hariwibowo bersama panitia internal dari Biro SDM, Bidpropam, serta pengawas internal dan eksternal lainnya. Tahapan kegiatan dimulai dari registrasi, pemeriksaan administrasi, pengarahan teknis, hingga pembukaan soal secara daring melalui video konferensi dengan Mabes Polri.

Penggunaan sistem CAT disebut menjadi langkah konkret dalam mewujudkan rekrutmen Polri yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Sistem tersebut memungkinkan hasil ujian terekam otomatis sehingga meminimalisir potensi intervensi maupun manipulasi.

Selain mengukur pemahaman ideologi kebangsaan, tes PMK juga memetakan karakter, stabilitas emosi, pola pikir, hingga kesiapan mental peserta menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa depan.

“Asesmen mental ideologi menjadi filter penting untuk membentuk calon pemimpin Polri yang profesional dan bebas dari pengaruh radikalisme maupun ideologi yang bertentangan dengan negara,” ujar Sudrajad.

Menurut dia, tahapan tersebut memastikan calon Taruna memiliki kualitas mental, integritas, dan loyalitas kebangsaan yang kuat sebagai calon pemimpin Polri masa depan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Proses ini bukan hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga integritas moral, mental ideologi, dan kapasitas calon menjadi pelindung serta pengayom masyarakat,” kata Nandang.

Ia menambahkan, seluruh data hasil tes langsung terintegrasi ke sistem pusat untuk pengawasan nasional. Polda Sumsel menegaskan komitmennya menjaga proses rekrutmen yang profesional dan transparan demi mencetak generasi perwira unggul menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....