HKTI Sumsel Komitmen Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Petani

  • 11 Mei 2026 00:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmen menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah besar bagi para petani. Tidak hanya memperjuangkan hak namun juga kesejahteraan petani di Sumsel

Hal itu disampaikannya Ketua DPD HKTI Budiarto Marsul usai rapat kerja DPD HKTI Sumsel yang di Palembang, Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam rapat kerja tersebut, pengurus HKTI Sumsel menghimpun berbagai masukan dari pakar pertanian, tokoh senior, serta jajaran pengurus organisasi untuk merumuskan arah program kerja ke depan.

Adapun program yang disusun dibagi dalam tiga tahapan, yakni program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Menurut Budiarto Marsul, seluruh masukan yang diterima dalam forum tersebut akan menjadi dasar bagi HKTI dalam memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat tani.

Ia menilai, organisasi petani harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh para petani, bukan sekadar ada secara administratif. “Semua masukan itu nantinya dirumuskan menjadi program kerja organisasi, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang,” kata Budiarto.

Budiarto menegaskan, HKTI Sumsel ingin membangun organisasi yang benar-benar dekat dengan petani. Menurutnya, selama ini masih banyak persoalan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal usaha, perlindungan hukum, hingga persoalan distribusi dan kesejahteraan yang memerlukan perhatian serius.

Karena itu, HKTI berupaya mengambil peran sebagai wadah musyawarah sekaligus jembatan antara petani dan pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian di daerah. “Kita ingin organisasi ini menjadi penghubung antara petani dengan pemerintah sehingga persoalan-persoalan di lapangan bisa diperjuangkan bersama,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan organisasi hingga ke tingkat bawah. Menurutnya, keberadaan HKTI harus benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tani.

“Kita tidak ingin organisasi ini hanya sekadar ada, tetapi tidak memberikan dampak nyata. HKTI harus hadir secara konkret dengan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani,” tegasnya.

Budiarto menambahkan, ke depan HKTI Sumsel akan fokus membina kelompok tani dan gabungan kelompok tani agar semakin kuat dan mandiri. Pendampingan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan keadilan di sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....