Dampak Banjir Muratara, Lima Jembatan Gantung Putus
- 08 Mei 2026 22:30 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Muratara - Selain merendam permukiman warga, banjir juga merusak sejumlah fasilitas penghubung antardesa. BPBD Muratara mencatat, lima jembatan gantung putus akibat diterjang derasnya arus sungai.
“Total ada lima jembatan putus, di antaranya di Desa Tanjung Beringin, Terusan, Batu Gajah, dan Noman serta di Desa Sukamenang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono kepada RRI, Jumat, 8 Mei 2026.
Putusnya jembatan gantung tersebut dikhawatirkan menghambat mobilitas warga, terutama di wilayah yang aksesnya bergantung pada jembatan penghubung. “Apalagi semakin mempersulit BPBD melakukan evakuasi pada warga yang terdampak,” sambung Mugono.
Mugono menjelaskan, banjir di Muratara merupakan bencana tahunan yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi. Menurut dia, hujan deras mengguyur wilayah Muratara sejak petang hingga pagi hari pada Rabu 6 Mei 2026 lalu.
Akibatnya hujan terus menerus Sungai Rupit meluap dan merendam dua kecamatan. “Kemarin sejak Maghrib hujan terus sampai pukul 08.00 WIB pagi, sehingga Sungai Rupit meluap dan merendam dua kecamatan,” ujar Mugono.
Mugono mengungkapkan BPBD Muratara kesulitan dalam mengevakuasi warga yang terkenda dampak banjir paling parah. Karena keterbatasan perahu yang dimiliki. "Untuk bantuan pangan, sudah mulai berdatangan, namun hingga saat ini tim terus bekerja mengevakuasi warga terdampak," jelasnya.
Saat ini, Kabupaten Muratara berstatus siaga banjir karena curah hujan masih tinggi. Mugono menambahkan, debit air berpotensi terus meningkat apabila hujan kembali turun dalam intensitas tinggi. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Jika debit air terus naik, segera amankan barang-barang penting dan siapkan langkah evakuasi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....