Tim SAR Gabungan Sisir 10 KM Cari Dua Siswa SD Hanyut di Sungai Musi
- 07 Mei 2026 12:56 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Dua siswi SD (Else dan Bulan) hanyut di Sungai Musi, Empat Lawang, Rabu, 6 Mei 2026.
- Pencarian hari kedua mencakup radius 10 KM² dengan metode penyisiran permukaan air.
- Arus deras dan sungai berbatu menghambat proses pencarian di lapangan.
- Sinergi Basarnas, TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Empat Lawang - Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian dua bocah perempuan yang hilang terseret arus Sungai Musi di Desa Karang Gede, Kabupaten Empat Lawang. Personel menyisir area seluas 10 kilometer persegi ke arah tenggara menggunakan perahu rafting untuk menemukan keberadaan korban.
Kedua korban bernama Else (12) dan Bulan (12) dilaporkan hilang saat mandi bersama rekan-rekannya pascapulang sekolah. Kejadian tragis ini bermula pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.30 WIB ketika arus sungai mendadak meningkat.
Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepian sungai saat arus deras mulai menerjang mereka. Namun, Else dan Bulan yang tidak mahir berenang hanyut dalam kondisi saling berpelukan hingga akhirnya tenggelam.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian spontan di sekitar lokasi kejadian sesaat setelah keduanya menghilang. Upaya mandiri tersebut tidak membuahkan hasil sehingga warga segera melaporkan insiden ini kepada otoritas terkait.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, memimpin langsung operasi pencarian yang kini telah memasuki hari kedua. Raymond mengonfirmasi bahwa tim menggunakan metode penyisiran permukaan air karena kondisi sungai yang sangat ekstrem.
Tim SAR menghadapi tantangan berat berupa arus sungai yang sangat deras serta struktur dasar sungai yang berbatu. Kondisi alam ini menuntut kewaspadaan tinggi bagi para personel guna menghindari kecelakaan kerja saat evakuasi.
Basarnas Palembang bersama unsur TNI/Polri dan BPBD bahu-membahu menyisir setiap sudut aliran sungai tersebut. Relawan dan masyarakat setempat juga turut membantu memberikan informasi terkait titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi korban.
Petugas menyiagakan peralatan lengkap mulai dari perahu rafting, alat penyelamatan air, hingga perangkat komunikasi radio. Tim juga melakukan tindakan penyelaman jika kondisi debit air dan visibilitas di dasar sungai memungkinkan.
Raymond Konstantin mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar bantaran sungai. Raymond menekankan pentingnya kemampuan berenang bagi warga yang sering berinteraksi dengan wilayah perairan yang dalam.
Operasi SAR masih terus berlangsung hingga hari ini dengan harapan kedua siswi SD tersebut segera ditemukan. Seluruh unsur pemerintah desa dan tim gabungan tetap bersiaga di posko darurat yang berlokasi di Sikap Dalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....