Pemkot Palembang Buat Kebijakan Penanganan Banjir Berbasis Kajian Ilmiah

  • 05 Mei 2026 21:41 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemkot Palembang memperkuat penanganan banjir berbasis kajian ilmiah
  • Optimalisasi kolam retensi terintegrasi menjadi solusi utama yang diusulkan
  • Sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dinilai penting untuk solusi berkelanjutan

RRI.CO.ID, Palembang - Persoalan banjir yang berulang di Palembang mendorong perlunya solusi berbasis kajian ilmiah. Pendekatan terintegrasi dinilai menjadi kunci dalam mengatasi masalah tersebut.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Lembaga Kajian Pembangunan Sumatera Selatan (LKPSS). Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa, 5 Mei 2026.

Ketua LKPSS Rahidin H Anang menyampaikan pihaknya membawa sejumlah rekomendasi strategis. Kajian tersebut disusun untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan perkotaan.

Menurut Rahidin, penanganan banjir harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Pendekatan parsial dinilai tidak mampu menjawab kompleksitas persoalan.

Ia mengusulkan optimalisasi kolam retensi yang saling terhubung sebagai solusi utama. “Pendalaman kolam retensi terintegrasi perlu didukung pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Selain banjir, LKPSS juga menyoroti persoalan infrastruktur lain. Penataan kabel fiber optik dan pengelolaan parkir dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Rahidin menilai pembenahan tersebut penting untuk meningkatkan keselamatan dan estetika kota. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan kebijakan pemerintah.

Ratu Dewa menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran yang disampaikan LKPSS. Ia menilai kajian ilmiah menjadi penguatan dalam proses pengambilan kebijakan.

Menurutnya, berbagai masukan menunjukkan kepedulian bersama terhadap pembangunan kota. “Ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun Palembang yang lebih baik,” tuturnya.

Ia menegaskan penanganan banjir menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Permasalahan tersebut dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan.

Faktor tersebut meliputi curah hujan, pasang surut air, dan perilaku masyarakat. Penanganan komprehensif dinilai diperlukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Ratu Dewa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang efektif.

Pemerintah Kota Palembang berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan yang diterima. “Masukan ini akan menjadi perhatian dalam langkah kebijakan ke depan,” ujarnya.

Dengan pendekatan terintegrasi, penanganan banjir diharapkan berjalan lebih efektif. Pemerintah menargetkan Palembang menjadi kota yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Baca juga: Pemkot dan Pemprov Perkuat Koordinasi Tangani Banjir Palembang

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....